Seorang Aparat Keamanan Saudi Tewas di al-Awamiyah
-
Penyerbuan aparat keamanan Arab Saudi ke al-Awamiyah
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengabarkan tewasnya seorang polisi negara ini dan terlukanya enam lainnya di al-Awamiyah, Provinsi ash-Sharqiyah, timur Arab Saudi.
Seperti dilansir FNA, Kemendagri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan mengklaim bahwa penduduk al-Awamiyah menarget sebuah mobil patroli yang sedang menjalankan misinya di Desa al-Mosara dengan menggunakan bom molotov pada Minggu (30/7/2017) pagi, pukul 08:30.
Insiden tersebut menewaskan Mahdi bin Saeed bin Dhafer al-Yami dan melukai enam lainnya dari aparat keamanan Arab Saudi.
Sebelumnya, penyerbuan aparat keamanan Arab Saudi ke wilayah al-Awamiyah pada Sabtu merenggut nyawa dua remaja wilayah ini.
Penduduk al-Awamiyah menuntut lembaga-lembaga hukum dan internasional untuk membentuk Komite Pencari Fakta guna menyelidiki tindakan represif aparat keamanan rezim Al Saud terhadap warga sipil al-Awamiyah.
Pasukan keamanan rezim Al Saud melanjutkan tindakan represifnya terhadap warga sipil al-Awamiyah di kota al-Qatif, di mana serangan artileri ke arah kawasan penduduk telah menyebabkan puluhan orang termasuk beberapa perempuan dan anak-anak terluka.
Sejak 10 Mei 2017, serangan tersebut meningkat. Aparat keamanan Arab Saudi menyerang al-Awamiyah dengan dalih bahwa wilayah ini dianggap sebagai poros terbentuknya protes terhadap rezim Al Saud.
Serangan tersebut hingga sekarang telah merenggut nyawa beberapa orang dan melukai banyak lainnya, bahkan beberapa warga dinyatakan hilang.
Desa al-Mosara di al-Awamiyah yang merupakan tempat kelahiran Sheikh Nimr Baqir al-Nimr, ulama terkemuka Syiah Arab Saudi menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan rezim Al Saud. Para pejabat Riyadh berusaha menghancurkan seluruh desa ini dengan dalih untuk pembangunan proyek.
Sejak tahun 2011 dan pasca meluasnya demonstrasi rakyat untuk memprotes kejahatan dan penindasan yang dilakukan rezim Al Saud, kawasan timur Arab Saudi yang mayoritasnya penduduknya bermazhab Syiah sering menjadi sasaran serangan dan brutalitas aparat keamanan negara itu. (RA)