"Teror Biologis" terhadap Yaman, Puncak Kebrutalan Saudi-AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i42080-teror_biologis_terhadap_yaman_puncak_kebrutalan_saudi_as
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman yang memperoleh lampu hijau dan dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak tanggal 26 Maret 2015. Setiap hari dan bulan, dimensi kejahatan dan genosida di Yaman semakin jelas terlihat. Setelah penggunaan senjata-senjata terlarang, negara-negara agresor menggunakan "teror biologis" untuk menarget rakyat Yaman.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Aug 02, 2017 10:43 Asia/Jakarta

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman yang memperoleh lampu hijau dan dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak tanggal 26 Maret 2015. Setiap hari dan bulan, dimensi kejahatan dan genosida di Yaman semakin jelas terlihat. Setelah penggunaan senjata-senjata terlarang, negara-negara agresor menggunakan "teror biologis" untuk menarget rakyat Yaman.

Lebih dari 2,5 tahun, Arab Saudi dan sekutunya mengagresi Yaman dan telah menyebabkan lebih dari 12.000 warga negara ini tewas. Kini rakyat Yaman dilanda penyebaran bakteri mematikan dan negara ini di ambang kehancuran akibat cepatnya penyebaran wabah kolera yang mematikan ini.

Arab Saudi memulai operasi "Badai Mematikan" di Yaman pada Maret 2015 dengan dukungan kekuatan-kekuatan arogan dunia. Satu-satunya hasil dari agresi keji ini adalah "penyembelihan Hak Asasi Manusia" di bawah bayangan dukungan para pengklaim pembela HAM dari rezim-rezim reaksioner seperti Arab Saudi.

Hari ini, selain menjatuhkan bom-bom terlarang terhadap rakyat Yaman, pasukan agresor juga memblokade negara ini dari darat, laut dan udara sehingga menimbulkan bencana kemanusiaan mengerikan seperti kelaparan, kekurangan bahan makanan dan obat-obatan serta menyebarnya berbagai jenis penyakit.

Kondisi tersebut semakin menambah penderitaan rakyat Yaman yang hampir setiap hari dibombardir oleh pesawat-pesawat tempur pasukan agresor dan menjadi korban sasaran senjata-senjata terlarang mereka.

Penghancuran infrastruktur penting Yaman terutama pusat-pusat kesehatan, pengobatan dan rumah sakit serta "teror biologis" merupakan cara yang digunakan untuk melayani kepentingan bersama Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Situs berita Transcend Media Service (transcend.org) dalam sebuah laporan yang mengejutkan pada Selasa, 1 Agustus 2017, mengabarkan tentang genosida yang terencana oleh Arab Saudi dan AS di Yaman.

Situs tersebut menulis, penyakit kolera saat ini menyebar secara luas di Yaman, dan sumber-sumber air dan sistem pembuangan limbah dan kotoran hancur akibat serangan udara Arab Saudi, dimana tercemarnya sumber-sumber air bersih oleh bakteri berbahaya bernama Vibrio Cholerae berubah menjadi alat bagi Arab Saudi dan AS suntuk "meneror rakyat Yaman."

Vibrio Cholerae adalah bakteri yang menyebabkan kolera. Kolera adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi akibat diare parah. Penularan kolera biasanya terjadi melalui air yang terkontaminasi. Jika tidak segera ditangani, kolera dapat berakibat fatal hanya dalam beberapa jam saja.

Penyebaran bakteri Vibrio Cholerae begitu cepat dan disinyalir ada "tangan-tangan" asing yang berusaha agar bakteri mematikan ini cepat menyebar, dan ini tentunya tidak keluar dari peran Arab Saudi dan AS sebagai agresor dan pendukung utama agresi militer ke Yaman. PBB dalam laporannya menyebutkan bahwa penyebaran penyakit kolera di Yaman dalam setahun lalu begitu cepat dan belum pernah terjadi sebelumnya di negara manapun. Kementerian Kesehatan Yaman juga mengumumkan bahwa sekitar 2.000 warga negara ini tewas akibat kolera.

Situs berita Transcend Media Service menyebut penyebaran bakteri Vibrio Cholerae di Yaman sebagai sebuah "perang biologis" yang hingga sekarang berlangsung di bawah bayangan dukungan Donald Trump, Presiden AS.

Taktik perang modern yang menghancurkan jaringan pipa air serta pemboman terus menerus terhadap infrastruktur vital seperti rumah sakit telah menciptakan situasi mengerikan di Yaman. Hancurnya sistem infrastruktur Yaman seperti sumber-sumber air, rumah sakit dan klinik telah menyebabkan 25 juta rakyat Yaman hampir tidak memiliki perlindungan dari wabah kolera.

Menurut Transcend Media Service, kejahatan perang Arab Saudi di Yaman tidak hanya melibatkan Presiden Donald Trump, tapi juga mendapat dukungan dari mantan Presiden Barack Obama, dan tampaknya perang ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Ini adalah perang biologis di salah satu negara termiskin di dunia dan didukung oleh dua pemerintahan AS.

Berdasarkan Mahkamah Pidana Internasional, kejahatan perang dan genosida di Yaman oleh Arab Saudi dan AS merupakan bentuk nyata dari kejahatan perang dan genosida yang telah direncanakan. AS tidak mengenal batas apapun demi menjamin kepentingan-kepentingannya, bahkan moralitas pun diabaikan, oleh karena itu negara tersebut tidak bersedia menjadi anggota Mahkamah Pidana Internasional.

Penggunaan alat-alat modern dan senyap untuk melakukan genosida di Yaman menunjukkan kegagalan agresi Arab Saudi dan sekutunya di Yaman, di mana mereka telah menggunakan berbagai senjata, bahkan yang terlarang sekalipun, namun belum bisa menaklukkan rakyat Yaman dan tidak bisa mempengaruhi tekad independensi rakyat negara ini.

"Perang Biologis" atau pembantaian massal secara langsung terhadap rakyat tak berdosa Yaman telah menunjukkan kebohongan dan dalih pasukan agresor Arab Saudi, di mana negara ini mengklaim bahwa operasi "Badai Mematikan" adalah untuk menyelamatkan rakyat Yaman, tapi kenyataannya sebaliknya. Yang pasti, hari ini kita menyaksikan "teror terencana terhadap rakyat tak berdosa Yaman" di tengah-tengah kebungkaman masyarakat internasional. (RA)