Krisis Militer Israel Semakin Parah, 100 Tentara Tinggalkan Barak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194132-krisis_militer_israel_semakin_parah_100_tentara_tinggalkan_barak
Sebuah media Zionis melaporkan bahwa 100 tentara Zionis membangkang dan meninggalkan barak militer.
(last modified 2026-08-01T03:58:55+00:00 )
Aug 01, 2026 10:51 Asia/Jakarta
  • Krisis Militer Israel Semakin Parah, 100 Tentara Tinggalkan Barak

Sebuah media Zionis melaporkan bahwa 100 tentara Zionis membangkang dan meninggalkan barak militer.

Menurut Pars Today, mengutip IRNA, surat kabar Israel Hayom pada hari Kamis melaporkan bahwa 100 tentara Israel dari Brigade Givati meninggalkan kamp penahanan Sde Teiman setelah berselisih dengan komandan batalion mereka.

Berdasarkan laporan tersebut, para tentara itu juga meletakkan senjata mereka saat meninggalkan lokasi.

Media Israel tersebut tidak mempublikasikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab perselisihan maupun konsekuensi dari tindakan tersebut.

Sebelumnya, para jurnalis dan analis Zionis, dalam penilaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, menyebut terkikisnya kemampuan militer, isolasi internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya, perpecahan sosial yang mendalam, melemahnya daya tangkal, serta krisis legitimasi di dalam negeri sebagai dampak utama dari kebijakan perang Tel Aviv.

Menurut laporan Kanal 12 televisi rezim Zionis, para jurnalis dan analis terkemuka stasiun tersebut dalam sebuah catatan khusus berjudul "Israel Bukan Lagi Israel yang Dulu", menggambarkan secara belum pernah terjadi sebelumnya dampak dari perang berkepanjangan di kawasan; gambaran yang menunjukkan kemerosotan menyeluruh rezim tersebut, berkurangnya legitimasi internasional, krisis sosial dan politik, serta keterbatasan kekuatan militer Israel.

Dana Weiss, analis senior kanal tersebut, merujuk pada perkembangan setelah 7 Oktober 2023 (Operasi Badai Al-Aqsa), mengatakan bahwa doktrin keamanan rezim Zionis yang selama ini bertumpu pada perang-perang singkat, yang dianggap tak terhindarkan dan mendapat dukungan, kini telah berubah menjadi perang selama seribu hari di tujuh front, sebuah perang yang terus berlanjut tanpa strategi yang jelas.

Weiss juga menyebut menurunnya nilai kehidupan manusia, meningkatnya jumlah korban tewas di kalangan militer, meluasnya penghindaran wajib militer, serta berubahnya nilai-nilai dasar rezim Zionis sebagai dampak lain dari perang tersebut. Ia menambahkan bahwa Israel kini berada dalam isolasi global dan hanya mengandalkan sebagian masyarakat Amerika Serikat.

Nir Dvori, koresponden militer Kanal 12, juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata dan pasukan cadangan telah mengalami kelelahan yang berat, persediaan serta kapasitas produksi amunisi terbatas, dan operasi militer semata tidak mampu mengelola krisis di Gaza, Lebanon, Suriah, dan Iran.

Ia menegaskan bahwa tanpa strategi politik dan kesepakatan diplomatik, tidak akan ada pencapaian militer. Menurutnya, kelanjutan situasi ini akan semakin melemahkan kohesi internal maupun legitimasi internasional Israel.