Al-Abadi dan Al-Hashd Al-Shaabi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i42282-al_abadi_dan_al_hashd_al_shaabi
Perdana Menteri Irak menegaskan bahwa pasukan sukarelawan rakyat negara itu atau Al Hashd Al Shaabi sampai kapanpun tidak akan dibubarkan.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Aug 06, 2017 06:24 Asia/Jakarta
  • PM Irak Haider al-Abadi
    PM Irak Haider al-Abadi

Perdana Menteri Irak menegaskan bahwa pasukan sukarelawan rakyat negara itu atau Al Hashd Al Shaabi sampai kapanpun tidak akan dibubarkan.

IRNA (5/8) melaporkan, Haider Al Abadi, PM Irak, Sabtu (5/8) dalam sebuah seminar bertajuk "Fatwa Jihad dan Kemenangan" di Baghdad menuturkan, pasukan sukarelawan rakyat Irak, Al Hashd Al Shaabi yang berada di bawah pengawasan pemerintah Irak dan ulama di Najaf, tidak akan pernah dibubarkan.

PM Irak juga menyinggung soal semakin dekatnya pembebasan wilayah-wilayah yang masih diduduki kelompok teroris Daesh.

Ia menambahkan, seluruh pasukan bersenjata Irak harus bergabung dalam operasi pembebasan wilayah-wilayah yang masih diduduki dan sekarang persiapan untuk pembebasan kota Tal Afar sedang dilakukan.

Parlemen Irak pada 26 November 2016 dengan suara mayoritas menetapkan Al Hashd Al Shaabi sebagai bagian resmi dari Angkatan Bersenjata Irak.

Al Hashd Al Shaabi terdiri dari berbagai kelompok masyarakat Irak yang bangkit mengangkat senjata memerangi kelompok teroris atas seruan Ayatullah Sistani, Marji Taklid Muslim Syiah Irak, bersamaan dengan jatuhnya kota Mosul ke tangan teroris pada 10 Juni 2014.

Penekanan al-Abadi merupakan jawaban tegas atas represi pemerintah Barat dan pemimpin Arab khususnya Arab Saudi yang dengan berbagai cara menekan pemerintah Baghdad untuk membubarkan pasukan rakyat al-Hashd al-Shaabi. Dengan bergabungnya al-Hashd al-Shaabi ke medan tempur melawan kelompok teroris, secara praktis seluruh konstelasi teroris dan sponsornya untuk menguasai kawasan menjadi kacau balau dan sejak pembentukan pasukan perlawan rakyat ini, dunia menyaksikan kekalahan beruntun teroris di Irak.

Pasukan relawan Irak merupakan faktor utama bagi kekalahan Daesh di negara ini dan mencegah terealisasinya tujuan busuk para sponsor teroris di Irak. Oleh karena itu para sponsor teroris melalui agitasi anti al-Hashd al-Shaabi, berusaha membalas dendam kepada pasukan relawan rakyat ini. Bersama-sama teroris dengan menyebar agitasi ini, para sponsor fenomena buruk terorisme tengan berusaha menghapus pasukan relawan rakyat Irak.

Sementara itu, pemerintah Barat dan pemimpin Arab tak tanggung tanggung dalam melancarkan intervensinya di Irak, bahkan mereka secara tersirat memberikan syarat bagi setiap bantuan ekonomi kepada Baghdad dalam proses rekonstruksi pasca era Daesh. Syarat tersebut adalah membubarkan al-Hashd al-Shaabi dan menjauh dari poros muqawama termasuk Republik Islam Iran dan Suriah.

Padahal rakyat dan pejuang Irak menyadari peran efektif dan konstruktif al-Hashd al-Shaabi yang terbentuk dari lapisan masyarakat Irak sendiri. Mereka menuntut pasukan relawan yang dibentuk atas fatwa para marji’ ini tetap melanjutkan eksistensinya. Tak diragukan lagi, Irak pasca Daesh akan menghadapi beragam konspirasi Barat dan teroris dukungan mereka.

Pengalaman pasukan relawan rakyat di berbagai negara membuktukan bahwa dengan keterlibatan pasukan seperti ini di berbagai sektor seperti budaya dan ekonomi dan pemanfaatan kapasitas mereka di bidang pembangunan di samping menjaga keberadaan mereka di sektor pertahanan negara, selain mampu meringankan kendala yang dihadapi suatu negara, secara praktis menjamin negara dari setiap ancaman dan bahaya.

Mengingat urgensitas ini, rakyat dan petinggi Irak menekankan berlanjutnya eksistensi al-Hashd al-Shaabi, sebagai sebuah lembaga legal dan efektif. (MF)