Penggunaan Bom Fosfor oleh AS di Raqqa
Wakil Direktur Unit Bulan Sabit Merah Suriah di Raqqa, Dina al-Asa'ad mengatakan, pesawat tempur milik koalisi internasional anti-Daesh pimpinan AS, membom gedung rumah sakit kota Raqqa dengan bom fosfor pada Kamis malam.
Al-Asa'ad, yang saat ini tinggal di Raqqa, mengatakan pada hari Sabtu (5/8/2017) bahwa rumah sakit tersebut diserang lebih dari 20 kali yang menargetkan pembangkit listrik, mobil ambulans dan sejumlah unit di pusat medis itu.
Menurut perwakilan Bulan Sabit Merah Suriah, rumah sakit Raqqa yang dibom oleh AS menyediakan layanan untuk lebih dari 100 ribu orang, sementara kelompok teroris Daesh memiliki rumah sakit dan pusat kesehatan pribadi sendiri.
Al-Asa'ad menegaskan bahwa tidak ada teroris di rumah sakit Raqqa yang menjadi sasaran serangan koalisi pimpinan AS.
Meningkatnya kejahatan koalisi pimpinan Amerika telah memicu reaksi internasional. Dalam hal ini, Ketua Komite Internasional Duma Rusia, Alexei Pushkov meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengkaji serangan koalisi internasional dengan menggunakan bom fosfor di Suriah.
Koalisi Amerika dalam beberapa tahun terakhir berkali-kali menyerang warga sipil Suriah dan Irak dengan alasan memerangi teroris. Padahal, berdasarkan beberapa laporan resmi, AS dan sekutunya di Barat dan Arab telah membentuk dan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok teroris termasuk Daesh.
Koalisi tersebut mengintensifkan kejahatannya terhadap rakyat Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dibuktikan dengan menyerang rumah sakit, sekolah, dan pemukiman penduduk dengan senjata terlarang. Saat ini, AS telah membangun beberapa basis militer di wilayah Suriah dan menjadikan negara itu sebagai ladang uji coba senjatanya.
Koalisi pimpinan Amerika pada dasarnya tidak bersungguh-sungguh dalam menumpas teroris. Koalisi itu hanya sebagai jargon untuk menghancurkan infrastruktur Suriah, melemahkan pemerintah Damaskus, dan mencegah kekalahan teroris di negara tersebut.
Tingkat kehancuran di Irak dan Suriah akibat serangan koalisi Amerika membuktikan kepalsuan perang AS terhadap Daesh.
Campur tangan koalisi Amerika di Suriah tanpa otorisasi dari Dewan Keamanan PBB dan izin dari pemerintah Damaskus, secara serius telah membahayakan perdamaian dan keamanan dunia.
Tindakan sepihak ini tidak akan membantu penumpasan teroris, tapi justru sebaliknya menyediakan dukungan kepada teroris lewat operasi udara. Aksi AS kembali memperlihatkan arogansi negara itu, di mana mereka akan melakukan kejahatan apapun demi mencapai tujuannya di kawasan. (RM)