Misi Latihan Militer Turki dan Qatar
Pasukan angkatan darat Turki dan Qatar menggelar latihan militer gabungan di Doha dengan sandi Perisai Besi. Kedua negara juga sedang melakukan latihan maritim selama dua hari di perairan Qatar di Teluk Persia.
Pada 7 Juni 2017, Parlemen Turki menyetujui sebuah draft undang-undang untuk penempatan pasukan militer negara itu di Qatar. Jumlah tentara Turki yang akan dikirim ke Qatar mencapai 3.000 personel untuk misi latihan gabungan dan perang kontra-terorisme.
Kontingen pertama pasukan Turki tiba di Qatar pada tanggal 19 Juni atau 12 hari setelah memperoleh restu parlemen dan langsung memulai latihan mereka. Pasukan dari kedua negara juga telah menggelar beberapa latihan militer gabungan pada bulan lalu.
Ada dua poin penting yang patut dicatat terkait latihan militer antara Turki dan Qatar. Pertama, latihan ini bagian dari kesepakatan militer antara Ankara dan Doha yang ditandatangani pada 2014. Berdasarkan kesepakatan itu, Turki akan membangun pangkalan militer di Qatar. Penempatan pasukan Turki di negara Arab tersebut juga dilakukan sejalan dengan kesepakatan militer tadi.
Kedua, penyebaran pasukan militer Turki di Qatar dilakukan setelah meningkatnya ketegangan antara Qatar dengan Arab Saudi dan sekutunya (Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir).
Turki dan Qatar masing-masing mengejar tujuan tertentu dalam konteks penguatan kerjasama militer. Turki dengan menempatkan pasukannya di Qatar, ingin memperkuat pengaruhnya di dunia Arab dan memperkenalkan dirinya sebagai sebuah kekuatan regional dengan kemampuan militer yang besar.
Selain di Qatar, Turki juga telah menyebarkan pasukannya di Irak dan Suriah. Padahal, kehadiran pasukan Turki di Irak dan Suriah ilegal dan merupakan bentuk agresi terhadap kedua negara tersebut.
Turki tampaknya ingin memanfaatkan ketegangan Qatar-Saudi untuk memperkuat kehadiran dan pengaruhnya di dunia Arab. Hal ini tentu saja bertentangan dengan kepentingan regional negara-negara yang telah memblokade Qatar.
Pangkalan militer di dekat Doha saat ini merupakan rumah bagi 150 tentara Turki, namun memiliki kapasitas untuk menampung 5.000 personel.
Qatar sendiri mengejar tujuan pertahanan dengan menerima kehadiran pasukan Turki di wilayahnya. Doha ingin memperkuat pertahanannya menyusul konflik dan blokade menyeluruh yang dilakukan Arab Saudi Cs.
Jadi, manuver darat dan laut antara Turki dan Qatar bertujuan untuk memperkuat sistem pertahanan Doha terutama mempersiapkan Angkatan Bersenjata Qatar untuk mempertahankan fasilitas ekonomi strategis dan infrastruktur vital.
Mereka juga memiliki pandangan yang sama terhadap Ikhwanul Muslimin dan sama-sama mendukung gerakan tersebut. Fakta ini telah mempererat hubungan Ankara dan Doha. (RM)