Depkes Palestina Ungkap Kondisi Mengenaskan Jalur Gaza
-
Pasien Palestina
Departemen Kesehatan Palestina di Jalur Gaza memperingatkan kondisi kesehatan dan keselamatan yang mengerikan di kawasan yang diblokade rezim Zionis ini.
Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Departemen Kesehatan Palestina hari Ahad (20/8) menyatakan, "Saat ini tercatat 3000 pasien Palestina di Jalur Gaza yang harus menjalani perawatan di luar negeri, karena jika mereka tidak dikirim ke luar kawasan ini, maka kita akan menyaksikan jumlah kematian yang meningkat."
Ashraf Qudrat, juru bicara Departemen Kesehatan Palestina menyebut kendala utama yang dihadapi Gaza adalah kelangkaan obat-obatan dan peralatan medis serta krisis listrik.
Hingga kini 24 pasien Palestina di Gaza meninggal akibat tidak adanya obat-obatan serta sikap Israel yang mencegah pengiriman mereka ke luar wilayah ini untuk menjalani pengobatan.
Menurut keterangan Departemen Kesehatan Jalur Gaza, Mahmoud Abbas ketua Otorita Palestina menolak memberikan ijin keluar pasien yang kondisinya kritis atau pengindap kanker untuk menjalani pengobatan dan hal ini memicu kian parahnya kondisi para pasien.
Rezim Zionis Israel sejak tahun 2006 dan setelah kemenangan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di pemilu parlemen Palestina, memblokade Jalur Gaza dan mencegah masuknya kebutuhan primer termasuk obat-obatan ke kawasan ini. (MF)