Konferensi Rekonsiliasi Nasional Suriah
Konferensi pertama rekonsiliasi nasional Suriah berlangsung hari Selasa (22/3) dengan dihadiri delegasi dari kelompok oposisi dan pemerintah Bashar Assad di Damaskus.
Salah satu tujuan digelarnya konferensi tersebut adalah menarik milisi bersenjata bergabung dalam barisan militer Suriah, dan perlucutan senjata mereka.
Konferensi nasional ini menegaskan bahwa teroris asing seperti ISIS, dan Front Al-Nusra tidak berada di Suriah. Selain itu, warga Suriah yang dahulu bergabung dengan kedua kelompok teroris itu jika keluar bisa kembali ke tanah airnya sendiri.
Ali Haidar, Menteri Rekonsiliasi Palestina dalam konferensi nasional ini mengatakan, pemerintah Damaskus siap mewujudkan keamanan penuh di tempat pemilihan suara menjelang pemilu majelis nasional Suriah.
Dijadwalkan pemilu Majelis Nasional Suriah akan digelar pada 13 April 2016 mendatang. Sekitar sebulan lalu telah dibentuk sebuah komisi yang bertujuan untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional dan perdamaian serta stabilitas di provinsi Damaskus dan sekitarnya.
Terkait hal ini, Staffan De Mistura, wakil khusus PBB urusan Suriah mengungkapkan urgensi dialog nasional Suriah. De Mistura menjelaskan pihaknya sedang mencari solusi bersama bagi penyelesaian krisis Suriah. Ditegaskannya, tidak ada solusi selain perundingan damai suriah-Suriah.
Bashar Al-Jafari, kepala juru runding Suriah di Jenewa mengatakan pandangan pemerintah Suriah mengenai masalah terorisme tidak berbeda dengan Staffan De Mistura. Al-Jafari menegaskan bahwa rakyat Suriah menderita karena terorisme, sebab teroris tidak membedakan orang dan siapapun bisa menjadi sasarannya. Oleh karena itu prioritas utama pemerintah Suriah adalah memberantas terorisme.
Sementara itu, dinamika terbaru di medan tempur menunjukkan bahwa militer dan relawan rakyat Suriah pada hari Selasa (22/3) berhasil menguasai sejumlah wilayah strategis di timur laut Homs yang sebelumnya berada dalam cengkeraman kelompok teroris.
Selama operasi militer tersebut puluhan teroris tewas dan cidera. Sebelumnya, militer Suriah yang didukung gerakan rakyat berhasil merebut wilayah strategis dari kontrol teroris.
Sumber keamananan Suriah melaporkan kemajuan operasi militer penumpasan teroris di wilayah barat Tadmur, sekitar Homs. Sementara itu pada hari ini, kelompok teroris Front Al-Nusra mengakui tewasnya seorang komandan mereka di barat Daraa, yang terletak di selatan Suriah. (PH)