UEA Rencanakan Invasi ke Qatar dengan Tentara Bayaran
-
Abdullah bin Hamad al-Attiyah
Mantan wakil perdana menteri Qatar mengatakan Uni Emirat Arab merencanakan invasi militer ke Qatar dengan ribuan tentara bayaran yang terlatih di AS, namun gagal mendapat dukungan Washington.
Abdullah bin Hamad al-Attiyah mengatakan kepada koran ABC Spanyol awal pekan ini bahwa UEA menyewa kontraktor keamanan pribadi yang berafiliasi dengan "Blackwater" untuk melatih tentara bayaran, merujuk pada perusahaan Amerika terkenal yang sekarang berubah nama menjadi Academi.
Program pelatihan tersebut, katanya, ditujukan untuk menginvasi Qatar dan menggulingkan emir negara Teluk Persia itu serta menggantinya dengan seorang penguasa yang tunduk pada blok yang dipimpin Saudi yang memboikot Doha dalam beberapa bulan terakhir.
Rencana UEA itu disiapkan sebelum krisis Qatar dimulai, namun tidak pernah dilakukan karena Presiden AS Donald Trump tidak memberikan lampu hijau untuk rencana tersebut.
Sebuah sumber anonim kepada ABC megatakan bahwa tentara bayaran itu mendapat pelatihan di sebuah pangkalan militer Uni Emirat Arab di Liwa Oasis di Abu Dhabi.
Pada bulan Juni, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan UEA memberlakukan embargo ekonomi dan diplomatik ke Qatar, dengan menuduh Doha mendukung terorisme. Namun tuduhan itu ditolak Doha.(MZ)