Emirat kepada AS: Jangan Beri Dolar, Kami Jual Minyak dengan Yuan
-
Trump dan Ben Zayed
Pars Today - Wall Street Journal melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) meminta Amerika Serikat memberikan jaminan keuangan, sekaligus memperingatkan bahwa mereka mungkin dipaksa menggunakan Yuan Tiongkok atau mata uang lainnya untuk menjual minyak jika terjadi kekurangan dolar. Langkah ini dapat dianggap sebagai tantangan terhadap dominasi global dolar.
Menurut laporan Kantor Berita Fars; The Wall Street Journal dalam laporannya menulis:
Uni Emirat Arab (UEA), yang mengalami kerusakan pada infrastruktur minyak dan gangguan lalu lintas di Selat Hormuz menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, telah mengajukan permintaan untuk membuat “garis kredit perang” dengan Washington.
Berdasarkan laporan tersebut, Khaled Mohamed Balama, Gubernur Bank Sentral UEA, minggu lalu di Washington mengajukan ide “garis pertukaran mata uang” (swap dolar) kepada Menteri Keuangan AS dan pejabat Federal Reserve.
Tujuan dari permintaan ini adalah untuk mencegah krisis likuiditas, mendukung mata uang Dirham yang terikat pada dolar, dan mengimbangi penurunan cadangan devisa UEA.
Beberapa pejabat UEA mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa keputusan Donald Trump, Presiden AS, untuk menyerang Iran adalah yang membuat negara mereka terlibat dalam konflik yang merusak, yang dampaknya mungkin belum sepenuhnya berakhir.
Para pejabat UEA ini telah memperingatkan pihak Amerika bahwa jika terjadi kekurangan dolar yang parah, mereka mungkin dipaksa untuk menggunakan Yuan Tiongkok atau mata uang lainnya untuk menjual minyak, yang merupakan ancaman tersirat terhadap dominasi global dolar.
Namun, Federal Reserve AS cenderung tidak menyetujui garis swap seperti itu untuk UEA, karena fasilitas ini biasanya disediakan untuk sekutu ekonomi dekat seperti Eropa, Inggris, dan Jepang.
Sebagai gantinya, Departemen Keuangan AS kemungkinan akan mempertimbangkan opsi penggunaan “Dana Stabilisasi Nilai Tukar”, serupa dengan kesepakatan 20 miliar dolar dengan Argentina.
Para ahli dari S&P Global telah memperingatkan bahwa “gangguan jangka panjang pada ekspor minyak dan kerusakan infrastruktur menciptakan risiko nyata bagi ekonomi UEA.” (MF)