Lavrov: Bab Al-Mandab Ditutup, Energi Global akan Alami Krisis Parah
https://parstoday.ir/id/news/world-i189886-lavrov_bab_al_mandab_ditutup_energi_global_akan_alami_krisis_parah
Pars Today – Menteri Luar Negeri Rusia memperingatkan tentang meluasnya konflik Asia Barat ke Selat Bab el-Mandab dan mengatakan bahwa dalam kasus tersebut, sektor energi dunia akan mengalami kerusakan serius.
(last modified 2026-05-13T07:59:04+00:00 )
May 13, 2026 14:54 Asia/Jakarta
  • Menlu Rusia, Sergei Lavrov
    Menlu Rusia, Sergei Lavrov

Pars Today – Menteri Luar Negeri Rusia memperingatkan tentang meluasnya konflik Asia Barat ke Selat Bab el-Mandab dan mengatakan bahwa dalam kasus tersebut, sektor energi dunia akan mengalami kerusakan serius.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, dalam wawancara dengan saluran televisi "RT India" memperingatkan bahwa jika terjadi konflik di Selat Bab el-Mandab, kerusakan pada sektor energi dunia akan sangat besar.

 

Ia mengatakan: "Rusia telah mengusulkan penyusunan rancangan pernyataan BRICS tentang situasi Selat Hormuz, tetapi perbedaan pendapat antara Iran dan Uni Emirat Arab menghalangi hal ini."

 

Pejabat Rusia ini menegaskan: "Pemerintahan Donald Trump, Presiden AS, dalam hal Rusia, dalam segala hal kecuali penolakan dialog, mengikuti kebijakan pemerintahan Joe Biden, mantan presiden."

 

Lavrov menambahkan: "Pemerintahan Trump berupaya menghukum Rusia secara ekonomi. Amerika Serikat, dengan menggunakan sanksi, berusaha untuk sepenuhnya mengeliminasi Lukoil dan Rosneft dari perdagangan internasional."

 

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan: "Washington berupaya mengendalikan kerja sama minyak sebelumnya antara Venezuela dan perusahaan Rosneft. Amerika ingin membeli pipa gas Nord Stream, yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Eropa, dengan harga murah dan merekonstruksi pipa gas yang meledak."

 

Lavrov menambahkan: "Amerika Serikat tidak menyembunyikan keinginannya untuk mengendalikan transit gas dari Rusia ke Eropa melalui Ukraina."

 

Menteri Luar Negeri Rusia mencatat: "Tanpa pembentukan negara Palestina, pusat ekstremisme di Asia Barat akan berlanjut selama beberapa dekade mendatang."

 

Ia mengatakan: "Eurasia terus memainkan peran dalam menstabilkan situasi global. Kepentingan India dalam mendapatkan bahan bakar dari Rusia tidak akan terpengaruh oleh tindakan tidak adil Barat; Moskow akan melakukan segala upaya untuk memastikan hal ini." (MF)