Pembebasan Penuh Kota Deir Ezzor, Suriah
Kota strategis Deir Ezzor, yang dikenal sebagai mutiara Suriah di Sungai Eufrat, akhirnya berhasil dibebaskan oleh militer Suriah dan sekutunya setelah tiga tahun dikepung kelompok teroris Daesh.
Angkatan Bersenjata Suriah pada hari Jumat (3/11/2017), mengumumkan pembebasan penuh Deir Ezzor dari pendudukan Daesh dan terciptanya keamanan di kota tersebut.
"Militer akan terus memerangi terorisme sampai pembebasan total daerah-daerah lain di Suriah," kata pernyataan Angkatan Bersenjata Suriah.
Statemen itu menambahkan bahwa militer Suriah dan sekutunya mampu melaksanakan tugasnya dalam memulihkan keamanan dan stabilitas secara penuh di kota Deir Ezzor.
Saat ini, satu-satunya basis kelompok teroris Daesh di Provinsi Deir Ezzor adalah kota al-Bukamal di dekat perbatasan Irak. Posisi militer Suriah dan pasukan perlawanan berada pada jarak 50 kilometer dari kota tersebut.
Pembebasan Deir Ezzor dianggap penting karena dua faktor. Pertama, keberhasilan tentara Suriah dan sekutunya di Deir Ezzor membuat mereka semakin dekat dengan kehancuran total Daesh di Suriah. Dan kedua, saat ini teroris Daesh sedang terjepit di kota al-Qaim, Irak yang berbatasan dengan Suriah, jadi mereka tidak punya pilihan lain kecuali memilih mati atau menyerah.
Dengan bebasnya Deir Ezzor, jalur penghubung dan logistik Daesh di Irak dan Suriah secara praktis terputus, dan keamanan telah tercipta di perbatasan kedua negara.
Menciptakan keamanan dan stabilitas di Deir Ezzor adalah sangat strategis, karena kota ini merupakan titik penghubung wilayah timur ke utara dan tengah Suriah, dan jalur utama antara daerah Badiyat al-Sham dan al-Jazira, dan kemudian ke Irak.
Selain itu, Deir Ezzor juga penting secara ekonomi karena ia merupakan wilayah pertanian dan menyimpan cadangan gas dan minyak bumi.
Abdel Bari Atwan, kepala editor surat kabar Rai al-Youm dalam sebuah artikel menulis, "Aturan main sedang berubah setelah tentara Suriah menguasai lebih dari 95 persen wilayah dan menghilangkan ancaman Daesh di timur serta mengepung kelompok teroris Front al-Nusra di Idlib, barat laut Suriah."
Kubu utama perang kontra-terorisme di Suriah yaitu; Iran, Rusia, Suriah, dan pasukan perlawanan, telah mengubah perimbangan di medan tempur yang menguntungkan militer Suriah dan poros perlawanan, sementara koalisi Amerika pendukung teroris sedang menghadapi kekalahan.
Pembebasan Deir Ezzor terjadi setelah rezim Zionis Israel kembali menargetkan beberapa daerah di Suriah pada Rabu lalu. Namun, keberhasilan beruntun tentara Suriah dan sekutunya dalam perang melawan teroris, merupakan indikasi dari kegagalan kubu pendukung teroris dan dalam konteks ini, Israel adalah pecundang utama dalam perkembangan terbaru di Suriah.
Selain itu, koalisi pimpinan Amerika telah berusaha keras untuk mencegah penghapusan Daesh dari aturan main Suriah, namun ajal Daesh justru semakin dekat setelah militer Suriah berhasil membebaskan kota Deir Ezzor.
Pada dasarnya, pembebasan Deir Ezzor merupakan langkah penting yang dibuat oleh militer Suriah untuk sepenuhnya menghapus Daesh dari negara itu dan menggagalkan semua upaya koalisi pimpinan AS, yang bertujuan untuk memperpanjang eksistensi kelompok-kelompok teroris di Suriah. (RM)