Persatuan Pecundang Suriah di Riyadh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47279-persatuan_pecundang_suriah_di_riyadh
Kubu oposisi pemerintah Suriah yang membentangkan jalan bagi kehadiran kelompok teroris Daesh, selama beberapa hari belakangan ini menyuarakan persatuan untuk menghadapi pemerintah Bashar Assad.
(last modified 2026-06-20T17:21:50+00:00 )
Nov 25, 2017 16:37 Asia/Jakarta

Kubu oposisi pemerintah Suriah yang membentangkan jalan bagi kehadiran kelompok teroris Daesh, selama beberapa hari belakangan ini menyuarakan persatuan untuk menghadapi pemerintah Bashar Assad.

Selama lebih dari lima tahun mereka menyuarakan perlawanan terhadap pemerintah Bashar Assad dengan mendukung kelompok teroris semacam Daesh.

Tapi faktanya, meskipun didukung oleh sekutu Barat, terutama AS, mereka gagal untuk menggulingkan Assad. Kondisi yang terjadi saat ini di luar dari prediksi mereka, karena Assad tetap berkuasa, dan teroris dukungan mereka berhasil ditumpas.

Bashar al-Assad

Sejak awal krisis meletus di Suriah, Iran telah menyuarakan penyelesaian masalah melalui dialog Suriah-Suriah. Tapi pihak pemberontak yang didukung kekuatan asing menolak prakarsa tersebut. Prakarsa empat tahapan yang ditawarkan Tehran untuk menyelamatkan Suriah, kini membuahkan hasil, dan setelah diambil langkah besar dengan kekalahan Daesh, langkah kedua adalah dilakukannya dialog antarkubu Suriah. Kembalinya para pengungsi Suriah dan terbentuknya pemerintahan persatuan nasional menjadi dua tahapan selanjutnya.

Para pemberontak Suriah dalam pertemuan yang berlangsung hari Jumat di Riyadh berbicara tentang persatuan untuk menggulingkan Assad. Penekanan terhadap jatuhnya Assad merupakan sarana untuk mengembalikan Daesh ke negara Arab itu. Kubu ini akan menghadiri perundingan Jenewa dengan delegasi berjumlah 50 orang.

Kini, muncul pertanyaan besar, jika mereka memang serius untuk meretas solusi dalam masalah Suriah, lalu mengapa mereka justru bertumpu pada kekuatan asing? Padahal, mereka selama ini terbukti hanya menimbulkan kekacauan dan kehancuran bagi Suriah.

Sejatinya, turun atau tidaknya Assad ditentukan oleh rakyat Suriah sendiri, bukan oleh kekuatan asing yang bertumpu di Riyadh dan Washington. Selain itu, amandemen undang-undang dasar, terbentuknya koalisi politik baru, dan  semakin terbukanya iklim politik di Suriah telah menjadi kesepakatan bersama.

Tapi semua itu tidak bisa dicapai jika sebagian kubu di Suriah mengamini dikte Riyadh dan Washington yang memiliki kepentingan terselubung di dalamnya. Bagaimanapun nasib Suriah harus dikembalikan kepada rakyat Suriah sendiri, bukan pihak asing. Berkumpulnya kubu oposisi di Riyadh hanya menegaskan posisi mereka yang berlindung di belakang kekuatan asing, bukan bangsanya sendiri.