Berita Kematian Ali Abdullah Saleh Masih Simpang Siur
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47691-berita_kematian_ali_abdullah_saleh_masih_simpang_siur
Setelah tersiarnya berita kematian Ali Abdullah Saleh, kini muncul pula berita yang saling bertentangan mengenai nasib mantan Presiden Yaman itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 04, 2017 16:16 Asia/Jakarta
  • Foto yang diklaim sebagai Ali Abdullah Saleh, mantan Presiden Yaman yang tewas.
    Foto yang diklaim sebagai Ali Abdullah Saleh, mantan Presiden Yaman yang tewas.

Setelah tersiarnya berita kematian Ali Abdullah Saleh, kini muncul pula berita yang saling bertentangan mengenai nasib mantan Presiden Yaman itu.

Seperti dilansir Alalam, bersamaan dengan kekacauan di Sanaa, ibukota Yaman, berbagai sumber di negara ini mengabarkan bahwa Ali Abdullah Saleh tewas ketika berusaha melarikan diri dari Sanaa menuju Ma'rib pada Senin (4/12/2017).

Salim al-Maghlus, salah satu pemimpin Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah dalam wawancara dengan televisi Alalam membenarkan berita tersebut.

Yahya al-Mahdi, salah satu pejabat militer Yaman dalam wawancara dengan Sputnik juga membenarkan kematian Ali Abdullah Saleh, namun sumber-sumber yang berafiliasi dengan mantan Presiden Yaman tersebut membantahnya dan menuding Ansarullah sengaja menyebarkan rumor itu.

Sementara itu, jaringan al-Hadath milik Arab Saudi di laman Twiternya mengklaim bahwa Ali Abdulah Saleh dalam kondisi baik-baik saja dan saat ini ia sedang mengatur dan mengarahkan bentrokan dengan militer Yaman di Sanaa.

Di sisi alin, jaringan al-Arabiya melaporkan bahwa pihaknya tidak mengetahui nasib Ali Abdullah Saleh.

Ali Abdullah Saleh, mantan Presiden Yaman.

Seorang pejabat keamanan di Teluk Persia yang berbicara secara anonim mengatakan bahwa Ali Abdullah Saleh tewas di tangan anasir-anasir yang berafiliasi dengan Arab Saudi.

Menurutnya, pembunuhan itu dilakukan karena Ali Abdullah Saleh ingin menyalahgunakan berbagai informasi mengenai intervensi Arab Saudi di Yaman dan menjadikannya sebagai alat untuk memeras rezim Al Saud.

Ia menambahkan, insiden pembunuhan itu terjadi ketika orang-orang Ali Abdullah Saleh memindahkannya dari Sanaa menuju Ma'rib dengan tiga kendaraan lapis baja.

Menyusul berita kematian Ali Abdullah Saleh, koalisi pimpinan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan meminta warga Sanaa untuk menjauhi pangkalan Ansarulah hingga 500 meter.

Warga Sanaa di laporkan berbahagia atas berita kematian Ali Abdullah Saleh.

Dalam beberapa hari terakhir, Sanaa menjadi ajang bentrokan kelompok bersenjata pendukung Ali Abdullah Saleh dengan pasukan militer dan komite rakyat Yaman yang berafiliasi dengan Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah.

Russia al-Youm mengutip sumber-sumber lokal Yaman menyebutkan, koalisi pasukan agresor pimpinan Arab Saudi telah mengirim senjata dan peralatan komunikasi nirkabel kepada pasukan pendukung Abdullah Saleh di Sanaa. (RA)