Kekuatan Berbasis Rakyat di Yaman
Juru bicara militer Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah menyatakan, seluruh Sanaa berada di bawah kontrol militer dan kondisi keamanan berlangsung stabil dan tenang.
Fitnah atau Kudeta?
Yang pasti keduanya adalah istilah-istilah yang tepat untuk menyifati langkah-langkah Ali Abdullah Saleh dalam dua hari terakhir di Yaman. Penamaan aksi tersebut tidak penting, melainkan upaya tersebut dapat dipatahkan dengan sangat cepat. Ali Abdullah Saleh adalah pecundang besar dalam permainan itu.
Meski berbagai faktor dapat disebutkan untuk kegagalan fitnah Abdullah Saleh melawan Ansarullah Yaman ini, akan tetapi salah satu faktor kegagalan tersebut adalah pengandalan kekuatan rakyat yang disebut-sebut sebagai identitas baru di Timur Tengah.
Ali Karimi Maleh, seorang dosen universitas dalam hal ini mengatakan, kekuatan berbasis rakyat di Timur Tengah berawal dari berbagai transformasi internal dan eksternal di kawasan dimana kekuatan rezim-rezim yang dependen dan mengekor kekuatan asing sedang menghadapi tantangan serius. Pada hakikatnya kekuatan rakyat inilah yang membentuk pasukan rakyat berbasis rakyat yang bertujuan mewujudkan keamanan di Timur Tengah dan menjadi fenomena baru di kawasan.
Saad Zarei, seorang analis poltiik juga berpendapat bahwa keamanan berbasis rakyat bukan jenis keamanan yang bercabang di satu negara sementara akarnya di negara lain, melainkan sebuah konteks yang muncul dari jantung negara itu sendiri dan oleh karena itu tangguh dalam menghadapi berbagai macam ancaman.
Elemen dan struktur utama kekuatan berbasis rakyat adalah pasukan relawan dan masyarakat. Sebelum transformasi tahun 2011 di dunia Arab, hanya Hizbullah Lebanon yang dapat dikategorikan sebagai kekuatan berbasis rakyat. Namun pasca tahun 2011 bermunculan kekuatan berbasis rakyat di Suriah, Irak dan Yaman. Pembentukan pasukan relawan rakyat di Suriah, Hashd al-Shaabi di Irak, dan pengokohan Ansarullah di Yaman, merupakan di antara contoh kekuatan tersebut.
Meski dalam tiga tahun terakhir terjalin kerjasama taktis antara Ansarullah dan Partai Kongres Rakyat yang dipimpin oleh mantan presiden Ali Abadullah Saleh, untuk menghadapi agresi koalisi Arab pimpinan Saudi dan juga pasukan pro-mantan presiden Mansur Hadi, akan tetapi kenyataannya adalah bahwa akseptabilitas Ansarullah dalam masyarakat, tidak dapat dibandingkan dengan kelompok-kelompok lain.
Oleh karena itu, pelanggaran repetitif Ali Abdullah Saleh selama tiga tahun terakhir khususnya yang dimulai sejak paruh kedua tahun 2017, dapat digagalkan dengan cepat dengan dukungan kekuatan rakyat terhadap Ansarullah.
Dapat dikatakan bahwa munculnya fenomena baru "kekuatan berbasis rakyat" bahkan dalam beberapa tahun mendatang akan membentuk kekuatan berbeda di mana salah satu di antara dampak positifnya adalah berkurangnya peran kekuatan transregional dalam keamanan kawasan.(MZ)