Al-Hashad Al-Shaabi Irak Harus Dipertahankan dan Diperkuat
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48339-al_hashad_al_shaabi_irak_harus_dipertahankan_dan_diperkuat
Banyak pengamat dan pejabat Irak yang menekankan peran pasukan relawan rakyat al-Hashad al-Shaabi pada masa pasca Daesh untuk menghadapi berbagai ancaman di masa mendatang.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Des 18, 2017 10:11 Asia/Jakarta
  • al-Hashad al-Shaabi
    al-Hashad al-Shaabi

Banyak pengamat dan pejabat Irak yang menekankan peran pasukan relawan rakyat al-Hashad al-Shaabi pada masa pasca Daesh untuk menghadapi berbagai ancaman di masa mendatang.

IRNA melaporkan, para pengamat politik di Irak menekankan bahwa berakhirnya Daesh bukan berarti berakhirnya terorisme dan ancaman keamanan di Irak, dan oleh karena itu pasukan relawan rakyat al-Hashad al-Shaabi harus selalu siap dan diperkuat.

Samirah al-Musawi, anggota Fraksi Negara Hukum di parlemen Irak mengatakan, "Irak mungkin akan menghadapi serangan terori baru pasca Daesh."

Para pengamat Irak juga menilai penekankan sejumlah politisi dalam negeri untuk membubarkan al-Hashad al-Shaabi dan perlucutan senjatanya, sebagai bentuk kepatuhan di hadapan tuntutan sejumlah negara regional dan Amerika Serikat yang bertujuan melemahkan Irak.

Pasukan al-Hashd al-Shaabi

Sebelumnya Emmanuel Macron, Presiden Perancis dalam pertemuan dengan Ketua Pemerintah Wilayah Kurdsitan Irak, Nechirvan Barzani, mencampuri urusan dalam negeri Irak dengan menuntut pembubaran al-Hashad al-Shaabi.

Pasca serangan Daesh ke Irak dan jatuhnya Mosul pada 2014, Ayatullah Sistani, marji taqlid terkemuka Irak mengumumkan fata jihad kifai bagi warga Irak untuk memerangi Daesh dan membantu militer Irak. Menyusul fatwa itu, terbentuk pasukan relawan rakyat al-Hashad al-Shaabi yang sekarang berada di bawah pengawasan Panglima Besar Angkatan Bersenjata Irak, Haider al-Abadi. (MZ)