Kegilaan Arab Saudi di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48345-kegilaan_arab_saudi_di_yaman
Serangan udara Arab Saudi ke berbagai daerah di Yaman pada Sabtu lalu, menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya. Manuver Al Saud mencerminkan kegilaan mereka dalam meningkatkan kekerasan dan pembantaian terhadap rakyat Yaman.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Des 18, 2017 10:50 Asia/Jakarta

Serangan udara Arab Saudi ke berbagai daerah di Yaman pada Sabtu lalu, menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya. Manuver Al Saud mencerminkan kegilaan mereka dalam meningkatkan kekerasan dan pembantaian terhadap rakyat Yaman.

Setelah dua tahun lebih melakukan agresi brutal terhadap rakyat Yaman, perlu ditekankan bahwa rezim Saudi tidak meraih apapun di medan tempur untuk mengalahkan tentara dan komite perlawanan rakyat Gerakan Ansarullah.

Arab Saudi bersama sekutu regional dan trans-regionalnya, telah sampai pada kesimpulan bahwa perlawanan yang dikobarkan oleh tentara dan Ansarullah berakar pada ideologi kuat rakyat Yaman.

Ideologi kuat ini mendorong mereka untuk terus mengobarkan perlawanan meski rakyat Yaman sudah dikepung dari segala penjuru dan diserang secara masif oleh Saudi dan sekutunya. Saat ini, Saudi mencoba menciptakan perpecahan di tengah rakyat Yaman dengan cara membom masjid, pasar, ladang pertanian, rumah sakit, dan sekolah.

Populasi Yaman mencapai sekitar 23 juta orang, namun memiliki 75 juta pucuk senjata, dan angka ini mencerminkan kemampuan militer kelompok-kelompok suku di negara tersebut.

Kegagalan benar-benar membuat Arab Saudi marah dan frustrasi, terutama sejak penembakan rudal pasukan Yaman ke bandara dan Pangkalan King Khalid Riyadh. Serangan sukses ini telah meruntuhkan wibawa rezim Saudi.

Meski menerapkan tekanan ekonomi dan blokade penuh terhadap Yaman, namun divisi rudal militer dan komite perlawanan rakyat Yaman tetap tidak bisa dilumpuhkan oleh rezim agresor. Akhirnya, Saudi menjadikan warga sipil dan fasilitas publik sebagai sasaran serangan dan kemarahannya.

Pengamat politik India, T. J. S George menilai serangan militer Saudi di Yaman telah gagal. Dalam sebuah artikel di koran The New Indian Express, T. J. S George menulis, "Serangan Arab Saudi ke Yaman yang dimulai pada tahun 2015, menghabiskan biaya 200 juta dolar per hari. Kegagalan Saudi di Yaman telah membuat malu negara-negara yang berpartisipasi dalam koalisi pimpinan Al Saud."

Kejahatan Saudi di Yaman meningkat ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak memiliki kinerja yang baik untuk mengakhiri krisis, dan dengan kebijakan pro-Riyadh, lembaga internasional itu secara praktis telah memberikan lampu hijau untuk kejahatan Saudi di Yaman.

Serangan Saudi ke Yaman didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris, dan dilakukan dengan alasan untuk memulihkan kekuasaan Abd-Rabbu Mansour Hadi, Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri. Lebih dari 11.000 warga sipil Yaman – sebagian besar perempuan dan anak-anak – telah terbunuh dan jutaan lainnya mengungsi.

Dalam situasi seperti ini, PBB dilaporkan telah menyiapkan proposal baru untuk menyelesaikan krisis Yaman. Sumber politik di Sana'a mengatakan, PBB telah menyusun proposal baru perdamaian, yang memungkinkan partisipasi Ansarullah dalam pemerintahan mendatang dengan syarat menyerahkan rudal balistiknya ke pihak yang netral.

Kalangan politik memperingatkan bahwa jika upaya baru diplomasi PBB ditujukan untuk melegitimasi Mansour Hadi dan melemahkan institusi-institusi resmi yang dibentuk oleh komite rakyat Yaman dalam beberapa bulan terakhir, maka langkah PBB ini juga tidak membantu memecahkan krisis di Yaman. (RM)