Jika Ingin Bebas, Pangeran Waleed harus Bayar Enam Miliar Dolar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48589-jika_ingin_bebas_pangeran_waleed_harus_bayar_enam_miliar_dolar
Para pejabat Arab Saudi meminta tebusan beberapa miliar dolar kepada Pangeran Waleed bin Talal untuk bisa bebas dari penahanan.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Des 23, 2017 12:38 Asia/Jakarta
  • Pangeran Waleed bin Talal.
    Pangeran Waleed bin Talal.

Para pejabat Arab Saudi meminta tebusan beberapa miliar dolar kepada Pangeran Waleed bin Talal untuk bisa bebas dari penahanan.

Wall Street Journal pada Jumat (22/12/2017) menyebutkan, pihak berwenang Arab Saudi menuntut setidaknya enam miliar dolar kepada Pangeran Waleed bin Talal jika ia ingin bebas dari penahanan.

Pangeran Waleed bin Talal adalah salah satu orang terkaya di dunia. Ia menguasai sebagian besar perusahaan internasional, termasuk Twitter, CT Group, Lift, Four Seasons Hotels, perusahaan komputer Apple, perusahaan film The 21st Century Fox dan banyak saluran TV satelit di Timur Tengah. Ia juga memiliki Hotel George V Hotel di Paris dan Plaza Manhattan Hotel di New York.

Pangeran Waleed bin Talal

Menurut Forbes, kekayaan Pangeran Waleed, 62 tahun, diperkirakan mencapai 18,7 miliar dolar yang menjadikannya sebagai orang terkaya di Timur Tengah.

Ia memiliki 95 persen saham kerajaan Arab Saudi senilai sekitar 10 miliar dolar.

Pada November 2017, puluhan pangeran, menteri dan mantan menteri ditahan atas perintah apa yang disebut sebagai Komite Anti-Korupsi Arab Saudi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman. Tindakan keras tersebut diyakini sebagai upaya untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Orang-orang yang ditahan menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan, memeras pejabat dan penyalahgunaan dana publik untuk keuntungan pribadi. Setelah ditangkap, pemerintah Arab Saudi memblokir dan menyita aset-aset mereka, bahkan kini mulai untuk memerasnya.

Biaya besar militer Arab Saudi dan perlunya dana besar untuk membiayai agresi militer ke Yaman serta defisit 20 persen anggaran tahun 2018 telah memaksa para pejabat Riyadh untuk memblokir aset dan kekayaan para pangerang Arab Saudi serta memerasnya. (RA)