Dalam 10 Hari, Saudi Bantai Lebih dari 100 Warga Yaman
-
serangan udara Saudi di Yaman
Pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 100 warga sipil, termasuk 54 orang di sebuah pasar dan 14 orang anggota sebuah keluarga, telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan udara Saudi terhadap wilayah pemukiman di seluruh Yaman dalam 10 hari terakhir, yang menggambarkan agresi militer "tidak masuk akal dan sia-sia."
"Insiden ini membuktikan ketidakpedulian total terhadap nyawa manusia semua pihak, termasuk koalisi pimpinan Saudi yang terus ditunjukkan dalam perang konyol ini ...," kata Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, pada Kamis (28/12/2017).
Ditambahkannya, perang yang tidak masuk akal ini ... hanya mengakibatkan kehancuran negara [Yaman] dan penderitaan rakyatnya akibat kampanye militer yang sia-sia.
Hal itu disampaikan pada hari yang sama ketika dua warga sipil terbunuh saat pesawat militer Saudi melakukan serangkaian serangan udara di provinsi utara Yaman, al-Jawf.
Seorang sumber lokal, yang berbicara secara anonim, mengatakan kepada jaringan televisi al-Masirah, bahwa jet tempur Saudi melancarkan lima serangan udara ke distrik al-Matammah pada Kamis pagi, dan lima serangan lain ke Khabb, Sha'af dan distrik al-Zahir.
Dua warga sipil juga tewas saat pesawat tempur Saudi menarget sebuah truk saat melintasi sebuah jalan di distrik al-Matammah.
Sedikitnya 13.600 orang tewas sejak awal kampanye militer Arab Saudi melawan Yaman pada tahun 2015. Sebagian besar infrastruktur Yaman, termasuk rumah sakit, sekolah dan pabrik, rusak akibat agresi Saudi.
Perang yang dipimpin Saudi juga telah memicu epidemi kolera yang mematikan di Yaman.
Menurut data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah kolera telah membunuh 2.167 orang sejak akhir April dan diduga 841.906 lainnya terinfeksi.(MZ)