Kemlu Suriah Sebut Kehadiran Militer AS di Negara ini Ilegal
-
Kemlu Suriah.
Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut kehadiran pasukan Amerika Serikat di Suriah sebagai ilegal, melanggar hukum internasional dan agresi terhadap kedaulatan nasional negara ini.
Menurut laporan IRIB mengutip jaringan televisi al-Ikhbariyah Suriah, seorang pejabat di Kemlu Suriah pada Kamis (18/1/2018) mereaksi pernyataan terbaru Rex Tillerson, Menlu AS yang menekankan rencana AS untuk tetap terlibat secara diplomatis dan militer di Suriah meski Kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) telah kalah.
Ia mengatakan, kehadiran militer AS di Suriah bertujuan untuk mendukung kelompok teroris takfiri Daesh yang dibentuknya sesuai dengan pengakuan para pejabat negara itu.
"Pemerintah AS tidak pernah berusaha untuk menghancurkan Daesh dan kota Raqqa adalah contoh dari tindakan AS dan koalisi yang diklaim negara ini," imbuhnya.
Sumber yang berbicara secara anomim itu menegaskan, untuk merekonstruksi Suriah, pemerintah Damaskus tidak memerlukan bantuan satu dolar pun dari AS, sebab, dolar ini ternoda oleh darah rakyat Suriah.
"Kebijakan pemerintah AS hanya menciptakan kehancuran dan persoalan bagi rakyat Suriah," ujarnya.
Di bagian lain responnya, sumber itu menjelaskan, penanganan dalam urusan internal setiap negara manapun di dunia adalah hak eksklusif dan khusus bagi rakyat negara itu, dan tidak ada pihak lain manapun yang berhak mengungkapkan pendapatnya terkait hal ini, sebab, itu berarti pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Sebelumnya, Menlu AS dalam pernyataannya di Universitas Stanford, California menolak segala bentuk penarikan penuh pasukan AS dari Suriah. Ia mengatakan, AS akan melanjutkan kehadiran militernya di Suriah. (RA)