Pembebasan Palmyra Memiliki Aspek Militer dan Politik Luas
-
Omran al-Zoabi
Menteri Penerangan Suriah, Omran al-Zoabi, menyatakan bahwa pembebasan kota bersejarah Palmyra dari tangan kelompok teroris Takfiri Daesh, memiliki aspek militer dan politik luas.
Al-Zoabi pada Selasa (29/3), dalam wawancaranya dengan televisi Alalam mengatakan, kemenangan penting militer Suriah dan sekutunya di kota Palmyra memiliki berbagai aspek politik dan militer luas, serta kesiapan untuk pembebasan Deir al-Zor dan Raqqa.
Menyinggung hubungan operasi militer Palmyra dan berlanjut operasi menuju Deir al-Zor dan Raqqa, Al-Zoabi menekankan, militer Suriah tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata, melainkan para teroris yang melanggar dengan menyerang posisi militer.
Terkait usulan Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, soal perundingan damai, pejabat tinggi Suriah ini menjelaskan, maka transisi politik berarti pemindahan sebuah pemerintahan ke pemerintahan lain dan dari sebuah UUD ke UUD lain, dan tidak punya arti lain kecuali itu, dan apa yang disebut sebagai konsep pemerintahan transisi adalah pemerintahan persatuan nasional komprehensif.
Menteri Penerangan Suriah menekankan bahwa jika Amerika Serikat serius dalam memerangi kelompok teroris Daesh, maka harus berkoordinasi dengan pemerintah Suriah. Menurutnya, Suriah tidak berharap negara mana pun serius dalam memerangi terorisme, karena militer negara ini bersama pihak sekutu mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam memerangi terorisme. (IRIB Indonesia/MZ)