Damaskus Tolak Proposal AS-Saudi untuk Resolusi Krisis Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50519-damaskus_tolak_proposal_as_saudi_untuk_resolusi_krisis_suriah
Duta Besar Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ketua delegasi pemerintah untuk perundingan damai intra-Suriah, Bashar al-Jaafari menolak sebuah proposal yang diajukan oleh sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Arab Saudi, untuk resolusi krisis Suriah, dengan mengatakan apa yang diklaim sebagai rencana perdamaian itu "bahkan tidak layak untuk ditulis."
(last modified 2026-06-14T18:16:20+00:00 )
Jan 27, 2018 11:23 Asia/Jakarta
  • Bashar al-Jaafari
    Bashar al-Jaafari

Duta Besar Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ketua delegasi pemerintah untuk perundingan damai intra-Suriah, Bashar al-Jaafari menolak sebuah proposal yang diajukan oleh sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Arab Saudi, untuk resolusi krisis Suriah, dengan mengatakan apa yang diklaim sebagai rencana perdamaian itu "bahkan tidak layak untuk ditulis."

Bashar al-Jaafari mengemukakan pernyataannya pada sebuah konferensi pers yang digelar di akhir perundingan damai tidak langsung yang ditengahi PBB antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi di Wina, Wina, pada Jumat.

Jaafari mengacu pada apa yang dinilainya sebagai proporsal informal soal revivalisasi proses politik di Jenewa yang diajukan oleh AS, Inggris, Perancis, Arab Saudi dan Yordania.

"Setiap kata dan kalimat pada proprosal tidak resmi itu ditolak. Dan tidak layak ditulis karena rakyat tidak menginginkan dan tidak menerima solusi yang berakhir dengan pada parasut dan tank," kata Jaafari

Selanjutnya, dia mengecam lima negara dan mengatakan kepada wartawan bahwa proposal tersebut "sama seperti komedi hitam".

"Mereka semua telah berpartisipasi dalam pertumpahan darah warga Suriah," katanya seraya mengecam Washington sebagai pencipta, pendukung keuangan dan pelindung kelompok teroris Takfiri Daesh.

Perunding Suriah senior juga mengecam Yordania karena telah membuka "wilayahnya untuk teroris asing" dan menjadi "tempat bagi kamp pelatihan para teroris." Dia juga menyoal kelayakan Amman sebagai penentu "politik, kedaulatan dan masa depan Suriah".(MZ)