Saudi Izinkan Penerbangan Menuju Israel Melintasi Wilayah Udaranya
-
Air India
Arab Saudi telah mengizinkan penerbangan menuju Israel melintasi wilayah udaranya, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat normalisasi hubungan rezim Al Saud dengan Tel Aviv. Proses yang dalam setahun lalu dipercepat karena ambisi Putra Mahkota Muhammad bin Salman.
Riyadh telah mengizinkan maskapai Air India melakukan penerbangan langsung dari New Delhi ke Tel Aviv dan sebaliknya dengan melintasi wilayah udara Saudi, mengurangi durasi penerbangan hingga dua setengah jam, demikian dilaporkan media Israel pada Rabu (07/2/2018).
Saat ini, penerbangan antara Mumbai dan Tel Aviv yang dioperasikan oleh maskapai Israel El Al melintasi Laut Merah di selatan Yaman dan menempuh waktu delapan jam. Kesepakatan baru itu, yang akan mulai berlaku pada bulan Maret, memungkinkan Air India menurunkan harga tiket dan mengurangi bahan bakar cadangan.
Israel akan membayar 750.000 euro kepada Air India untuk mengoperasikan penerbangan melalui rute baru, dengan harapan bisa memancing lebih banyak wisatawan dari New Delhi.
Meskipun telah dilakukan pembicaraan tentang jalur langsung antara kedua ibukota itu, namun pertimbangan serius untuk gagasan tersebut baru dilakukan sampai kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke India bulan lalu.
Laporan ini ditolak pada hari Rabu oleh juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi.
Selama 70 tahun terakhir, rezim Riyadh melarang penerbangan yang menuju Israel. Namun, jet pribadi tetap dapat terbang dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk Persia lainnya ke Israel asalkan mereka melakukan pemberhentian di ibukota Yordania, Amman, terlebih dahulu.(MZ)