Dukung Israel, Saudi Khianati Cita-cita Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i54390-dukung_israel_saudi_khianati_cita_cita_palestina
Putera Mahkota Arab Saudi selama setahun terakhir meningkatkan proses normalisasi hubungan antara Riyadh dengan Tel Aviv. Pangeran Mohammad bin Salman mengakui eksistensi rezim Zionis dan tidak memperdulikan hak bangsa Palestina yang selama ini dijajah Israel.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 03, 2018 07:11 Asia/Jakarta
  • Mohammed bin Salman
    Mohammed bin Salman

Putera Mahkota Arab Saudi selama setahun terakhir meningkatkan proses normalisasi hubungan antara Riyadh dengan Tel Aviv. Pangeran Mohammad bin Salman mengakui eksistensi rezim Zionis dan tidak memperdulikan hak bangsa Palestina yang selama ini dijajah Israel.

Mohammed bin Salman dalam wawancara dengan majalah AS, The Atlantic hari Senin (3/4) mengatakan bahwa Arab Saudi memiliki kepentingan bersama dengan Israel.

Menurutnya, kompromi dengan Israel memberikan keuntungan bagi Israel sendiri, dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC), juga negara Arab lain seperti Mesir dan Yordania.

Putera mahkota Arab Saudi secara terbuka mengakui eksistensi Israel menjelang peringatan hari Nakbah. 

Mohammed bin Salman mengklaim Israel berhak hidup di tanahnya sendiri. 

Statemen tersebut disampaikannya tanpa menyinggung sedikitpun mengenai penjarahan tanah dan penjajahan yang dilakukan rezim Zionis terhadap Palestina.

Tidak hanya itu, putera mahkota Arab Saudi tidak menyampaikan kritik sepatah katapun terhadap Israel yang telah mengerahkan pasukannya untuk memberangus aksi pawai hak kepulangan pengungsi Palestina yang berlangsung Jumat (30/3) di jalur Gaza. 

Pasukan Israel menyerang warga Palestina

 

Dilaporkan, sebanyak 18 orang Palestina gugur dan lebih dari 1.400 lainnya luka-luka akibat serangan tentara Israel dalam aksi demonstrasi mendukung hak kepulangan pengungsi Palestina.

Arab Saudi juga telah membuka wilayah udara negara ini untuk pertama kalinya bagi penerbangan komersial ke Israel bulan lalu. Padahal selama 70 tahun, zona udara Arab Saudi tidak pernah diizinkan dibuka untuk penerbangan tujuan Israel.(PH)