Siapa Penyerang Pangkalan Udara T-4 Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i54754-siapa_penyerang_pangkalan_udara_t_4_suriah
Pangkalan udara T-4 Suriah di Provinsi Homs menjadi sasaran serangan rudal musuh pada Senin (9/4/2018) dini hari.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 09, 2018 12:31 Asia/Jakarta
  • Kerusakan akibat serangan rudal di pangkalan udara militer Suriah.
    Kerusakan akibat serangan rudal di pangkalan udara militer Suriah.

Pangkalan udara T-4 Suriah di Provinsi Homs menjadi sasaran serangan rudal musuh pada Senin (9/4/2018) dini hari.

Krisis Suriah telah memasuki titik kritis. Operasi untuk melemahkan kelompok teroris telah dipercepat. Operasi tentara Suriah di Ghouta Timur juga mencapai tahap akhir setelah teroris keluar dari Douma. Di tengah kemenangan ini, Amerika Serikat dan sekutunya kembali melontarkan klaim usang penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah. Sebuah klaim yang dibantah keras oleh Damaskus.

Beberapa hari lalu, muncul spekulasi tentang rencana serangan AS ke Suriah, terutama setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan mitranya dari Perancis, Emmanuel Macron. Hari ini pangkalan udara T-4 Suriah menjadi sasaran serangan musuh.

Anehnya, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi sepihak itu, dan Perancis dan AS juga membantah terlibat. Bukti-bukti menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh rezim Zionis Israel. Beberapa media melaporkan tentang rudal-rudal yang melewati wilayah udara Lebanon.

Menteri Perumahan Israel, Yoav Galant mengatakan rezim Zionis memiliki kepentingan yang nyata di Suriah dan telah menetapkan garis merah.

Sebuah jet tempur F-16 Israel ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Suriah pada Februari 2018. Insiden ini merupakan sebuah pukulan telak bagi Tel Aviv dan mereka menunggu waktu yang tepat untuk membalas tindakan militer Suriah.

Saat ini, tuduhan penggunaan senjata kimia oleh Suriah sedang gencar didengungkan oleh Barat, dan Israel memanfaatkan situasi ini untuk serangan rudal ke Suriah.

Analis isu-isu strategis Timur Tengah, Hassan Shokripour percaya bahwa serangan ke pangkalan udara T-4 Suriah tidak dilakukan oleh AS, karena Washington telah melakukan serangan ke pangkalan al-Sha'irat pada Maret 2017 dan mereka mengakuinya.

"Serangan ke pangkalan udara T-4 sejalan dengan pola baru operasi Zionis, yang mungkin dilakukan dengan sepengetahuan AS," tambahnya.

Sejauh ini Israel sudah beberapa kali menyerang Suriah, tetapi serangan ini melibatkan pesawat tanpa awak atau jet tempur. Penembakan jet tempur F-16 pada Februari lalu telah mengundang kekhawatiran Israel atas kekuatan pertahanan militer Suriah.

Oleh karena itu, Israel meluncurkan pola baru operasi yang mengandalkan peluncuran rudal dari luar wilayah Suriah. Cara ini untuk mencegah penembakan kembali armada tempurnya sekaligus memukul Suriah dari jauh.

Rezim Zionis menargetkan pangkalan udara T-4 Suriah dalam misi pertama operasi baru ini, karena basis ini memiliki arti strategis bagi Suriah.

Pangkalan yang terletak di timur Homs ini, dianggap sebagai basis operasi terpenting oleh tentara Suriah. Militer Suriah dan sekutunya menggunakan pangkalan ini untuk memerangi terorisme dan menghadapi potensi serangan. Rezim Zionis sedang berusaha merusak fasilitas pangkalan T-4 dan mencegah penguatan kubu perlawanan.

Setiap kali tentara Suriah dan sekutunya mencapai kemenangan dalam menumpas teroris, pemerintah Damaskus akan selalu menerima pukulan dari negara-negara pendukung teroris. Ini menunjukkan bahwa para musuh ingin memperpanjang krisis di Suriah dan menyibukkan Damaskus dengan perang tak berkesudahan. (RM)