Hamas: Pernyataan KTT Liga Arab Abaikan Tuntutan Rakyat Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i55294-hamas_pernyataan_ktt_liga_arab_abaikan_tuntutan_rakyat_palestina
Seorang pemimpin Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, prinsip-prinsip dasar rakyat Palestina sebagai prinsip semua bangsa meliputi manusia, tanah air, keyakinan dan kesucian telah diabaikan dalam pernyataan Konferensi Tingkat Tinggi para pemimpin Arab di Arab Saudi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 18, 2018 14:30 Asia/Jakarta
  • Pejabat Hamas Mahmoud al-Zahar
    Pejabat Hamas Mahmoud al-Zahar

Seorang pemimpin Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, prinsip-prinsip dasar rakyat Palestina sebagai prinsip semua bangsa meliputi manusia, tanah air, keyakinan dan kesucian telah diabaikan dalam pernyataan Konferensi Tingkat Tinggi para pemimpin Arab di Arab Saudi.

Mahmoud al-Zahar mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan Tasnim News ketika menyinggung KTT pemimpin Liga Arab ke-29 di Dhahran, Arab Saudi timur pada tanggal 15 April 2018.

 

Dia menyayangkan bahwa tuntutan-tuntutan rakyat Palestina telah diabaikan dalam KTT tersebut.

 

"Pengabaian atas tuntutan terkait dengan hak untuk kembali ke Palestina dan pengusiran penjajah serta pembebasan al-Quds menjelaskan peran jahat Arab Saudi untuk menghapus isu Palestina," ujarnya.

 

Pejabat Hamas itu juga mengungkapkan penyesalan atas normalisai hubungan Arab Saudi dan rezim-rezim Arab lainnya dengan rezim Zionis Israel.

 

Al-Zahar menuturkan, kebijakan tersebut diambil ketika semua telah mengetahui tentang persetujuan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dengan skenario jahat Amerika Serikat bernama "kesepakatan abadi" (Deal of the Century).

 

Deal of the Century adalah sebuah proyek besar untuk menghapus semua isu Palestina dan dalam kerangka membentuk koalisi yang melibatkan rezim Zionis Israel untuk menarget Front Muqawama (perlawanan) di kawasan.

 

Dalam kerangka perencanaan baru terkait Palestina tersebut, Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember 2017 mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim penjajah, Zionis Israel. Trump juga menginstruksikan Kementerian Luar Negeri AS untuk memindahkan Kedutaan Besar negara ini dari Tel Aviv ke al-Quds.

 

Di bagian lain pernyataannya, al-Zahar juga menyinggung dampak berbahaya dari Pawai Akbar Hak untuk Kembali Palestina di perbatasan Jalur Gaza terhadap rezim Zionis.

 

Dia mengatakan, kelanjutan pawai di Gaza yang dilanda perang ini menegaskan kelanjutan perjuangan rakyat Palestina untuk melawan penjajah dan kesiapan mereka untuk mengorbankan diri di jalan empat opsi yang tidak berubah, termasuk mempertahankan resistensi, tanah air, keyakinan dan kesucian. (RA)