Al-Wefaq: Kematian Abdulghani, Bukti Kekejaman Rezim Al Khalifa
Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain menilai tewasnya seorang pemuda di negara ini sebagai hakikat kekejaman dan sikap barbar rezim Al Khalifa.
Al-Wefaq menilai tewasnya Ali Abdulghani, seorang pemuda Bahrain disebabkan kekerasan aparat keamananan rezim Al Khalifa sebagai bukti hakikat kebrutalan Hamad bin Isa Al Khalifa, Raja Bahrain dan ketertindasan rakyat negara ini.
Menurut Alalam, Rabu (6/4/2016), Komunitas Islam Nasional al-Wefaq juga menekankan pentingnya penyelidikan netral atas kematian Abdulghani.
Sementara itu, Masyarakat Aksi Demokratik Nasional, Wa'ad menuntut pembentukan komite independen untuk menyelediki secara detail atas kematian Abdulghani.
Menurut Wa'ad, foto-foto yang tersebar di jejaring sosial menunjukkan bahwa Abdulghani dilindas oleh mobil aparat keamanan rezim Al Khalifa.
Warga Bahrain juga menggelar unjuk rasa di berbagai daerah untuk mengungkapkan solidaritas mereka kepada korban dan menuntut hukuman bagi para pelaku pembunuhan Abdulghani.
Ali Abdulghani meninggal dunia pada Senin, 4 April 2016 karena terluka akibat serangan aparat keamanan Bahrain di desa Shahrakan pada 31 Maret 2016.
Sementara itu, Amnesty Internasional mempublikasikan laporannya tentang kondisi Hak Asasi Manusia di Bahrain. Lembaga ini menuntut pembebasan tanpa syarat bagi semua tahanan politik di Bahrain.
Amnesty Internasional juga menuntut Manama untuk menghentikan kebijakan pencabutan kewarganegaraan warga Bahrain dan melakukan reformasi dalam badan peradilan dan undang-undang di negara ini.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim Manama menumpas para revolusioner. (RA)