Jubir Ansarullah Peringatkan Bahaya Pendudukan Provinsi Selatan Yaman
-
Muhammad Abdul Salam, Jurubicara Ansarullah Yaman
Muhammad Abdul Salam, Jurubicara Ansarullah Yaman Ahad malam (20/5) memperingatkan bahaya pendudukan provinsi-provinsi di selatan negara ini oleh para agresor.
Menurut laporan IRNA, Muhammad Abdul Salam mengatakan, rakyat Yaman tidak akan pernah berdamai dengan siapa pun yang ingin memisahkan bagian dari tanah negara ini.
"Blokade Yaman membuktikan bahwa agresi ini karena keserakahan ekonomi, militer dan keamanan. Sementara pendudukan pulau-pulau, pelabuhan dan daerah-daerah penting Yaman, termasuk pulau Socotra membuktikan alasan ini," tambah Abdul Salam.
Di bagian lain dari pernyataannya, Jubir Ansarullah Yaman menyinggung masalah pemindahan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Quds seraya mengatakan, semua bangsa Arab dan Islam harus mendukung Palestina dan menghadapi "Kesepakatan Abadi" Donald Trump, Presiden Amerika.
"Setiap orang pada tahap ini harus memilih apakah mereka bersama Palestina atau dengan Israel," ungkap Abdul Salam.
Muhammad Abdul Salam menambahkan, koalisi yang dipimpin Arab Saudi untuk menyerang Yaman pada akhirnya menjadi pecundang sekalipun mereka membantai warga tidak berdosa, memblokade dan mengebom.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015. Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu. Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa belasan ribu warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya.