Makar Baru AS untuk Melanjutkan Episode Baru Terorisme di Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i58180-makar_baru_as_untuk_melanjutkan_episode_baru_terorisme_di_irak
Transformasi Irak dalam setahun terkahir pasca berakhirnya Takfirisme Daesh dan secara keseluruhan pasca kekalahan terorisme di negara ini berkat perjuangan militer dan pasukan relawan rakyat (al-Hashd al-Shaabi), yang membuka pintu untuk dimulainya periode pasca Daesh dan pelaksanaan pemilu parlemen, tampaknya tidak disukai para pejabat Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 06, 2018 13:08 Asia/Jakarta
  • terorisme
    terorisme

Transformasi Irak dalam setahun terkahir pasca berakhirnya Takfirisme Daesh dan secara keseluruhan pasca kekalahan terorisme di negara ini berkat perjuangan militer dan pasukan relawan rakyat (al-Hashd al-Shaabi), yang membuka pintu untuk dimulainya periode pasca Daesh dan pelaksanaan pemilu parlemen, tampaknya tidak disukai para pejabat Amerika Serikat.

Hasil pemilu parlemen Irak menunjukkan kebencian rakyat negara ini terhadap intervensi dan kehadiran Amerika Serikat di Irak. Pada hakikatnya, pemilu Irak terbaru menekankan independensi, keamanan, kedaulatan, intergritas, dan kata "tidak" untuk pendudukan Amerika Serikat. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa kesabaran rakyat Irak atas intervensi dan berlanjutnya kehadiran militer AS dengan berbagai alasan, telah sampai pada batasnya.

 

Sayyid Hamid Husseini, Ketua Uni Radio dan Televisi Irak menyatakan, "Sekitar 200 perwakilan dari kelompok muqawama dalam pemilu terbaru  menentang keras pendudukan Amerika Serikat dan mereka memasuki parlemen Irak."

teroris Takfiri

 

Husseini menjelaskan bahwa mereka adalah yang membasmi Daesh di Irak dan bahwa kemenangan kelompok muqawama (resistensi) di Irak sama seperti kemenangan Hizbullah di parlemen Lebanon, yang mengejutkan kekuatan imperialis Barat di kawasan dan sekutu regional mereka, yaitu sejumlah penguasa Arab.

 

Ditambahkannya, dalam pemilu 2014, 183 kursi parlemen Irak diraih kubu pro-muqawama, namun pada pemilu terbaru, angka tersebut bertambah menjadi 200 kursi yang berarti dua pertiga kursi parlemen Irak direbut oleh para penentang Amerika Serikat.

 

Dalam kondisi seperti ini, di mana Amerika Serikat menyaksikan kegagalan semua makarnya untuk disintegrasi dan pendudukan di Irak, sedang menyusun makar baru untuk menciptakan krisis terorisme baru di negara ini. Kali ini, Amerika Serikat sedang melakukan agitasi untuk menciptakan kelompok teroris baru atau merelokasi para teroris yang telah kalah dari perbatasan Suriah ke Irak.

 

Transformasi regional dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan, di mana pun Amerika Serikat melakukan intervensi militer langsung, maka semuanya akan hancur dan akan bermunculan kelompok-kelompok perusak yang menebar keonaran di wilayah yang diduduki Amerika Serikat.

 

Kubu al-Nujaba Irak mensinyalir program baru Amerika Serikat untuk menjauhkan pasukan al-Hashd al-Shaabi dari perbatasan antara Irak dan Suriah, seraya menyatakan bahwa tujuan dari upaya tersebut adalah dalam rangka menyusupkan para teroris ke Irak. Orang-orang Amerika perlu alasan untuk menjustifikasi berlanjutnya kehadiran militernya di Irak, dan hal ini hendak dilakukan dengan menggunakan kelompok teroris.

 

Isu yang dihembuskan para pejabat Amerika Serikat soal pentingnya kehadiran pasukan Amerika Serikat di Irak dengan berbagai alasan termasuk pasukan penjaga perdamaian anti-Daesh. Intinya makar dan agitasi Amerika Serikat sedang digulirkan agar drama terorisme di Irak tidak benar-benar berakhir.(MZ)