Hari Quds dan Meningkatnya Kecemasan Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i58314-hari_quds_dan_meningkatnya_kecemasan_israel
Hari ini adalah Jumat terakhir bulan suci Ramadhan yang bertepatan dengan Hari Quds Sedunia, dan kejahatan militer rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina menjelang tibanya Hari Quds, cenderung semakin meningkat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 08, 2018 14:01 Asia/Jakarta
  • Hari Quds Sedunia
    Hari Quds Sedunia

Hari ini adalah Jumat terakhir bulan suci Ramadhan yang bertepatan dengan Hari Quds Sedunia, dan kejahatan militer rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina menjelang tibanya Hari Quds, cenderung semakin meningkat.

Hari Jumat terakhir bulan Ramadhan ditetapkan oleh Imam Khomeini sebagai Hari Quds Sedunia sebagai bentuk dukungan atas rakyat tertindas Palestina. Langkah ini merupakan langkah terpenting yang pernah diambil seorang pemimpin Muslim dalam mendukung rakyat Palestina. Pasalnya, Hari Quds telah berubah menjadi sebuah simbol yang menunjukkan ketertindasan Palestina dan kejahatan Israel.

Meski penyelenggaraan pawai Hari Quds di beberapa negara dunia, bahkan di negara Muslim mengalami sejumlah pembatasan, namun sebagian besar masyarakat melaksanakannya. Selain itu, warga Muslim di negara-negara non-Muslim juga turun ke jalan menunjukkan dukungan atas rakyat Palestina di Hari Quds.

Pawai-pawai tersebut membawa dua pesan. Pertama, seiring dengan berlanjutnya kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina yang telah berlangsung selama tujuh dekade, isu Palestina tetap menjadi isu vital dan bernilai bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia, dan tidak bergeser menjadi isu sekunder sebagaimana diupayakan oleh sejumlah penguasa Arab.

Kedua, pawai Hari Quds di dalamnya mengandung dukungan maknawi atas Palestina. Dukungan maknawi ini mengindikasikan adanya ketidakadilan global terhadap rakyat Palestina, lemahnya kinerja organisasi-organisasi internasional dalam mewujudkan keadilan dan menyeret penjahat perang Israel ke pengadilan serta dukungan beberapa negara Barat khususnya Amerika Serikat atas kejahatan Zionis terhadap Palestina.

polisi Israel

Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh dalam statemennya yang dimuat situs Middle East Eye mengatakan, sejumlah kekuatan asing terutama Amerika terus mendukung para jagal melakukan aksinya dan membela penindasan di hadapan keadilan.

Saat tirani masih mendominasi dunia, kemungkinan untuk memberikan dukungan materi dan hukum di level global terhadap rakyat Palestina tampak kecil. Namun dukungan-dukungan dalam bentuk partisipasi di Hari Quds Sedunia dan Hari Nakba, ternyata mampu mengungkap kejahatan Israel dan memberikan dukungan moril kepada rakyat Palestina.

Surat kabar tranregional Al Quds Al Arabi mengabarkan, blokade Masjid Al Aqsa oleh kendaraan-kendaraan tempur Israel dan serangan terhadap warga Palestina di dalamnya pada hari Kamis lalu, telah melukai puluhan dari mereka. Penangkapan warga Palestina oleh aparat keamanan Israel juga mengalami peningkatan. Padahal sekitar 130 warga Palestina sejak 30 Maret 2018 hingga sekarang, gugur dan lebih dari 13.000 lainnya terluka hanya karena ikut unjuk rasa damai.

Kekerasan Israel hari ini, Jumat terakhir bulan Ramadhan yang diperingati sebagai Hari Quds Sedunia diprediksi akan lebih massif, selain itu karena pawai ini membawa pesan penentangan atas keputusan Amerika memindahkan kedutaan besarnya ke Al Quds. Di sisi lain, tidak diragukan langkah Amerika dan kekerasan Israel itu akan semakin menambah tekad rakyat Palestina untuk melawan kejahatan Zionis dan berbalik merugikan Israel dan pendukungnya sendiri. (HS)