Perang Besar di Hudaidah Dimuliai, Pasukan Yaman Hancurkan Kapal Tempur UEA
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i58584-perang_besar_di_hudaidah_dimuliai_pasukan_yaman_hancurkan_kapal_tempur_uea
Pasukan yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi telah meluncurkan serangan terhadap al-Hudaidah, kota pelabuhan Laut Merah Yaman dan mengabaikan peringatan PBB dan kelompok-kelompok hak asasi internasional soal dampak tragis dari tindakan militer ke kota tersebut.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 13, 2018 12:00 Asia/Jakarta
  • pasukan pro-mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi
    pasukan pro-mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi

Pasukan yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi telah meluncurkan serangan terhadap al-Hudaidah, kota pelabuhan Laut Merah Yaman dan mengabaikan peringatan PBB dan kelompok-kelompok hak asasi internasional soal dampak tragis dari tindakan militer ke kota tersebut.

Pada Rabu pagi (13/6/2018), jaringan TV Al Arabiya milik Saudi mengumumkan dimulainya operasi Hudaidah, di mana PBB sebelumnya telah meperingatkan akan menyebabkan kematian luas hingga 250.000 orang.

 

Sementara itu, koalisi militer pimpinan dipimpin Saudi memberikan dukungan penutup udara untuk operasi tersebut.

pasukan koalisi di al-Hudaidah

 

Al-Masdar News melaporkan serangan udara Saudi ke al-Hudaidah di saat pasukan yang didukung Uni Emirat Arab menyerbu posisi Houthi di sebelah selatan bandara kota tersebut.

 

Aktivis media Houthi juga melaporkan terjadinya bentrokan sengit di selatan bandara al-Hudaidah dan serangan udara beruntun di seluruh wilayah provinsi.

 

Uni Emirat Arab (UEA), anggota kunci koalisi pimpinan Saudi telah menetapkan batas waktu Selasa bagi gerakan Houthi Ansarullah Yaman untuk keluar dari al-Hudaidah. Kota pelabuhan itu berfungsi sebagai satu-satunya jalur aman untuk pengiriman bantuan pangan ke negara Arab termiskin yang dilanda perang itu.

 

Gerakan Houthi berjanji akan menunjukkan perlawanan gigih dalam menghadapi serangan yang disebut-sebut sebagai operasi terbesar sejak awal perang pada awal 2015.

 

Tak lama setelah operasi itu diluncurkan, juru bicara pemerintah Yaman, Abdulsalam Jaber, mengatakan angkatan bersenjata Yaman telah menargetkan kapal perang UEA di lepas pantai barat Yaman.

 

Komite Revolusioner Tertinggi Yaman mengatakan kapal perang itu hancur dan helikopter koalisi bergegas ke lokasi untuk menyelamatkan awak kapal.

 

Kapal perang kedua segera meninggalkan lokasi setelah insiden itu.(MZ)