Hamas Protes Kebijakan Otorita Ramallah terhadap Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i59531-hamas_protes_kebijakan_otorita_ramallah_terhadap_gaza
Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) Fauzi Barhoum mengatakan, penolakan Otorita Ramallah terhadap tuntutan rakyat Palestina dan internasional untuk mencabut hukuman terhadap Jalur Gaza merupakan upaya untuk memukul unsur stabilitas dan ketahanan serta perlawanan bangsa Palestina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 03, 2018 15:14 Asia/Jakarta
  • Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) Fauzi Barhoum.
    Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) Fauzi Barhoum.

Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) Fauzi Barhoum mengatakan, penolakan Otorita Ramallah terhadap tuntutan rakyat Palestina dan internasional untuk mencabut hukuman terhadap Jalur Gaza merupakan upaya untuk memukul unsur stabilitas dan ketahanan serta perlawanan bangsa Palestina.

"Hamas mendukung segala bentuk upaya untuk mencabut blokade Gaza yang menjamin tuntutan penduduk wilayah ini dan tidak ada syarat politik di dalamnya," kata Barhoum seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Senin (2/7/2018).

 

Di sisi lain, Wakil Ketua Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya dalam wawancara dengan al-Resalah Net menegaskan pentingnya persatuan rakyat Palestina di Tepi Barat dan Gaza.

 

"Gaza tidak akan menjadi bagian dari proyek penghancuran Palestina. Wilayah Palestina tidak bisa dibagi dan tidak mungkin untuk dipisahkan satu dengan lainnya," tegasnya.

 

Dia menjelaskan, rekonsiliasi nasional akan dimulai dengan pencabutan hukuman terhadap Gaza yang merupakan kejahatan kemanusiaan. Ini adalah memalukan bagi mereka yang menjalin kerja sama dengan rezim Zionis Israel, di mana mereka terlibat dalam blokade Gaza dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

 

Al-Hayya menuntut Gerakan Fatah untuk meninjau ulang pendekatanya terkait dengan masalah rekonsiliasi nasional dan mengkaji posisi terbaru Hamas mengenai rekonsiliasi ini serta menyetujui tuntutan nasional untuk mencabut blokade dan hukuman terhadap Gaza.

 

Sejak bulan April lalu, Pemimpin Otorita Ramallah Mahmoud Abbas telah memberlakukan serangkaian "hukuman" finansial dan hukum terhadap Gaza yang meliputi pengurangan gaji para pegawai di Gaza, pemutusan hubungan kerja pegawai dan pengurangan pasokan listrik serta penghentian pengiriman obat-obatan. (RA)