Yaman: Serangan Drone ke Aramco, Fase Baru Melawan Agresi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i60010-yaman_serangan_drone_ke_aramco_fase_baru_melawan_agresi
Juru bicara militer Yaman Brigadir Jenderal Sharaf Ghalib Luqman mengatakan, serangan roket oleh pesawat tanpa awak ke kilang minyak perusahaan Aramco merupakan perkembangan mendasar dalam perang pencegahan melawan musuh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 19, 2018 10:04 Asia/Jakarta
  • Posisi target drone.
    Posisi target drone.

Juru bicara militer Yaman Brigadir Jenderal Sharaf Ghalib Luqman mengatakan, serangan roket oleh pesawat tanpa awak ke kilang minyak perusahaan Aramco merupakan perkembangan mendasar dalam perang pencegahan melawan musuh.

Hal itu disampaikan Luqman pasca serangan drone pasukan Yaman ke kilang minyak perusahaan Aramco Arab Saudi pada Rabu malam, 18 Juli 2018.

 

"Kesuksesan serangan (roket drone) Yaman ke kilang minyak perusahaan Aramco Arab Saudi adalah sebuah awal kekuatan dalam fase baru pertempuran melawan musuh," ujarnya.

 

Dia menambahkan, dalam waktu dekat kita juga akan menyaksikan operasi mengejutkan dari drone militer dan komite rakyat Yaman di tahap baru pencegahan dan perlawanan terhadap pasukan agresor.

 

Sementara itu, juru bicara Angkatan Udara Militer Yaman Abdullah Hasan al-Jafri dalam wawancara dengan jaringan televisi al-Mayadeen Lebanon mengatakan, serangan drone pada Rabu malam ke kilang minyak Aramco menyebabkan kebakaran di kilang ini. Perusahaan minyak nasional Arab Saudi juga telah mengakuinya.  

 

Unit Drone Militer Yaman pada Rabu malam mengirim pesawat tanpa awak jarak jauh, Samad-2 untuk menyerang kilang minyak Aramco di ibu kota Arab Saudi.

Aramco

 

Ini adalah untuk pertama kalinya militer Yaman menggunakan drone jarah jauh Samad-2 untuk menyerang target di dalam wilayah Arab Saudi.

 

Serangan ke posisi Arab Saudi di dalam wilayah negara ini dengan menggunakan drone, roket dan rudal menunjukkan kekuatan pasukan Yaman. Hal ini telah membuat koalisi pimpinan Arab Saudi kebingungan dan saling menyalahkan di antara mereka. (RA)