Muqawama Palestina Tegaskan Pencabutan Blokade Gaza
-
Ketua Biro Politik Hamas untuk Jalur Gaza Yahya al-Sinwar.
Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) untuk Jalur Gaza Yahya al-Sinwar menekankan keputusan kelompok-kelompok Palestina untuk mengakhiri blokade Gaza.
Menurut kantor berita Palestina Shehab, al-Sinwar dalam pernyataannya pada hari Rabu (29/8/2018), menjelaskan bahwa kelompok-kelompok Palestina tidak akan membiarkan kehancuran Gaza.
"Sejauh ini, tidak ada teks final untuk gencatan senjata dan semua yang dipaparkan sebatas usulan, namun selama dua bulan mendatang bisa tercapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza," ujarnya.
Dalam pekan-pekan terakhir ini, Mesir dan PBB melakukan upaya untuk menciptakan gencatan senjata di Gaza antara rezim Zionis dan kelompok-kelompok Muqawama Palestina.
Salah satu syarat yang diajukan oleh kelompok-kelompok Muqawama adalah pencabutan penuh blokade Gaza yang telah dimulai sejak tahun 2007.
Ketua Biro Politik Hamas untuk Gaza menuturkan, kelompok-kelompok Palestina menuntut pencabutan sanksi terhadap Gaza, pembentukan Pemerintahan Persatuan Nasional dan pelaksanakaan kesepakatan gencatan senjata terkait tahun 2011 serta bergerak ke pelaksanaan Dewan Nasional dan pemilu demi terealisasinya rekonsilasi nasional.
Al-Sinwar menjelaskan, Gaza selama beberapa tahun terakhir menyiapkan diri sendiri untuk melawan militer Israel, dan jika terjadi segala bentuk konfrontasi militer, maka hasilnya akan mengejutkan.
Menurut al-Sinwar, roket dan rudal yang ditembakkan Muqawama Palestina pada perang 50 hari tahun 2014 ke wilayah pendudukan, saat ini bisa ditembakkan dalam waktu lima menit.
Rezim Zionis pada tanggal 7 Juli 2014 mengagresi Gaza. Dalam invasi militer selama 50 hari ini lebih dari 2.322 warga Palestina termasuk 366 anak, 180 bayi dan 247 perempuan, gugur syahid. (RA)