Ansarullah Peringatkan Saudi terkait Pelanggaran Gencatan Senjata
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i6142-ansarullah_peringatkan_saudi_terkait_pelanggaran_gencatan_senjata
Juru bicara Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah menyatakan, pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata oleh Arab Saudi akan menghilangkan peluang-peluang perdamaian dan menggagalkan perundingan damai mendatang.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 13, 2016 23:54 Asia/Jakarta
  • Ansarullah Peringatkan Saudi terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Juru bicara Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah menyatakan, pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata oleh Arab Saudi akan menghilangkan peluang-peluang perdamaian dan menggagalkan perundingan damai mendatang.

Mohammad Abdussalam mengungkapkan hal itu dalam pernyataannya pada Rabu (13/4/2016) ketika mereaksi berulangnya pelanggaran gencatan senjata oleh militer rezim Al Saud di Yaman.

"Pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata oleh Riyadh akan menghapus peluang-pelung perdamaian. Arab Saudi dan sekutunya masih bertindak tanpa itikad baik terkait dengan perdamaian," kata Abdussalam seperti dikutip al-Masirah.

Ia menambahkan, kita saat ini berada di hari ketiga gencatan senjata, namun jet-jet tempur Arab Saudi melanjutkan serangannya di Yaman.

Di Marib, lanjut Abdussalam, pasukan bayaran Arab Saudi berusaha melanjutkan agresinya, di mana semua tindakan ini menunjukkan bahwa kondisi belum berubah, baik sebelum gencatan senjata maupun sesudahnya.

Jubir Ansarullah mengecam serangan udara jet-jet tempur rezim Al Saud ke berbagai wilayah Yaman dan memperingatkan kegagalan dialog perdamaian mendatang menyusul pelanggaran Arab Saudi terhadap gencatan senjata ini.

Sebelumnya, Abdussalam telah menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak hanya untuk gencatan senjata sementara. Ia menilai gencatan senjata tersebut sebagai langkah penting untuk menghentikan perang secara penuh.

Gencatan senjata yang dimulai pada Senin dini hari merupakan mukadimah untuk perundingan mendatang di Kuwait yang rencananya akan digelar pada tanggal 18 April 2016. Namun sejak jam-jam awal pelaksanaan perjanjian ini, Arab Saudi telah berulang kali melanggarnya. (RA)