Motif Lawatan Kedua Emir Qatar ke Amerika Latin
-
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani melakukan lawatan resmi selama sepekan sejak hari Senin ke empat negara Amerika Latin.
Empat negara Amerika Latin yaitu: Argentina, Paraguay, Ekuador dan Peru menjadi tujuan kunjungan orang nomor satu di Qatar itu.
Lawatan kedua kalinya Sheikh Tamim ke kawasan Amerika Latin dalam lima tahun terakhir menjadi perhatian para pengamat internasional. Emir Qatar untuk pertama kalinya mengunjungi tiga negara Amerika Latin yaitu: Meksiko, Venezuela, dan Kuba di tahun 2015.
Tampaknya, tujuan lawatan Emir Qatar ke kawasan Amerika Latin untuk mewujudkan kepentingan ekonominya. Menteri Ekonomi dan Keuangan Qatar, Ahmed bin Jassim bin Mohammed Al Thani mengungkapkan bahwa sanksi yang dilancarkan empat negara Arab terhadap Qatar menyebabkan Doha tidak bisa mengakses pasar 110 juta di negara-negara tersebut. Oleh karena itu, Qatar mencari pasar kawasan lain yang potensial. Dengan demikian, target ekonomi sebagai prioritas kunjungan emir Qatar ke kawasan Amerika Latin.

Reuters dalam laporannya menulis, Doha berupaya meningkatkan hubungan perdagangan dengan mitra dagangnya setelah berselisih dengan empat negara Arab.
Abdullah Al-Azabah, pemimpin redaksi koran Al-Arab, terbitan Qatar menjelaskan perluasan keragaman mitra dagangnya sebagai agenda utama kunjungan Emir Qatar ke Amerika Latin. Jurnalis senior Qatar ini mengungkapkan bahwa Doha sedang memperkuat hubungan ekonominya dengan kawasan Amerika Latin sebagai bagian dari proyeksi masa depan Qatar di tahun 2030. Keragaman mitra ekonomi bisa membantu mewujudkan sebuah Qatar modern dalam 10 tahun mendatang.
Direktur Pusat Studi Timur Tengah, Universitas Qatar, Mahjoob Zweiri menilai kunjungan ini sebagai rangkaian dari lawatan Emir Qatar sebelumnya ke kawasan Afrika dan Asia, yang bertujuan untuk meningkatkan keragaman mitra dagang dan memperbesar peluang, terutama di bidang ekonomi bagi Doha.
Kunjungan Emir Qatar ke kawasan Amerika Latin dilakukan di tengah memanasnya hubungan antara negara ini dengan empat negara Arab yaitu: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir. Bahkan, pada sidang Majelis Umum PBB ke-73, pejabat tiga negara yang menjatuhkan sanksi terhadap Doha kembali menuding Qatar sebagai negara pendukung teroris.
Lawatan sepekan Sheikh Tamim ke kawasan Amerika Latin mengirimkan pesan terang kepada Riyadh dan tiga sekutunya bahwa Doha tidak terkucil, dan hingga kini masih menjalin hubungan baik dengan negara-negara dunia. (PH)