L'Express: Intelejen Inggris Tahu Pangeran Saudi Instruksikan Pembunuhan Khashoggi
-
Unjuk rasa tuntut investigasi kasus pembunuhan Jamal Khashoggi
Majalah mingguan Perancis, L'Express melaporkan, dinas intelejen Inggris mengetahui bahwa anggota keluarga rezim Al Saud yang menginstruksikan penculikan dan pembunuhan jurnalis oposan Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
L'Express dalam laporannya yang dipublikasikan hari Minggu (28/10) mengungkapkan bahwa dinas telekomunikasi Inggris melakukan penyadapan pembicaraan pejabat tinggi Arab Saudi
Dari informasi yang bocor tersebut, diketahui bahwa salah seorang anggota keluarga kerajaan Arab Saudi menginstruksikan penangkapan Jamal Khashoggi dan pemulangannya ke Arab Saudi.
Tidak hanya itu, pangeran Al Saud ini juga memberikan wewenang lebih besar kepada eksekutor di lapangan untuk membunuh Khashoggi jika dianggap perlu.
Jamal Khashoggi dinyatakan hilang setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober 2018.
Setelah 18 hari berlalu, akhirnya jaksa penuntut umum Saudi pada Jumat (19/10/2018) malam, mengatakan penyelidikan awal membuktikan bahwa Khashoggi tewas karena bertikai di gedung konsulat pada 2 Oktober lalu.

Tapi klaim pejabat Arab Saudi tersebut dinilai oleh para pejabat negera-negara dunia dan organisasi internasional hanya rekaan belaka, karena banyak yang meyakini pembunuhan Khashoggi direncanakan dan Putera Mahkota Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Insiden pembunuhan Khashoggi menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Arab Saudi.
Arab Saudi menempati peringkat ke-169 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2018, yang mengindikasikan perlakuan buruk negara terhadap jurnalis mereka.(PH)