Transformasi Timur Tengah, 26 Maret 2019
-
Dataran tinggi Golan
Transformasi Timur Tengah pekan lalu diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya: pemerintah Qatar menyatakan Israel harus keluar dari Golan.
Selain itu, masalah lain seperti Israel yang melakukan pelanggaran gencatan senjata di Gaza, mantan penasihat Bin Salman meminta bantuan perusahaan spionase Israel, Israel bombardir Gaza dan Tel Aviv Dirudal, Netanyahu Langsung Balik dari AS.
Qatar: Israel Harus Keluar dari Golan
Pemerintah Qatar merilis statemen menentang keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui secara resmi kedaulatan Israel terhadap Dataran Tinggi Golan, dan menyatakan, rezim Zionis harus keluar dari Golan.
Pemerintah Doha dalam statemennya menyatakan, Qatar menilai Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah pendudukan dan meyakini bahwa rezim penjajah Israel harus menjalankan hukum internasional dan meninggalkan seluruh wilayah jajahannya.
Presiden AS Donald Trump hari Senin (25/3) saat jumpa pers bersama PM Israel Benjamin Netanyahu di Washington mengakui secara resmi kedaulatan Israel di Golan.
Langkah tersebut menuai penentangan luas dari berbagai negara dunia dan organisasi internasional. Uni Eropa dan sekjen PBB menyebut langkah Trump tidak dapat diterima.
Israel Langgar Gencatan Senjata di Gaza
Jet tempur rezim Zionis Israel Selasa dini hari (26/3) dilaporkan melanggar gencatan senjata dan menyerang Jalur Gaza tengah.
Seperti dilaporkan Televisi al-Alam, serangan udara terbaru Israel ke Deir al-Balah, Gaza tengah dilancarkan hanya satu jam setelah pengumuman gencatan senjata yang dimediasi Mesir.
Juru bicara Hamas Fauzi Barhum Senin malam (25/3) menyatakan, diraih kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara kubu muqawama Palestina dan Israel dengan mediasi Mesir.
Mediasi Mesir dilakukan setelah jet tempur Israel Senin sore membombardir dua pangkalan Ashkelon dan Badr milik Brigade Izzuddin Qassam, sayap militer Hamas di utara Jalur Gaza.
Hamas Senin malam dalam statemennya menekankan, muqawama Palestina siap membela rakyat Jalur Gaza melawan serangan rezim Zionis Israel. Hamas menjelaskan, muqawama Palestina tidak akan membiarkan kejahatan Israel tanpa balasan.

New York Times: Penasihat Bin Salman Minta Bantuan Perusahaan Spionase Israel
Koran New York Times menulis, mantan penasihat Mohammad bin Salman (MBS) meminta bantuan sebuah perusahaan spionase rezim Zionis Israel untuk memata-matai sejumlah negara Eropa dan Asia.
Seperti dilaporkan IRNA Jumat (22/3), berdasarkan riset terbaru Koran New York Times, perusahaan NSO yang bermarkas di Palestina pendudukan menstransfer metode spionase terbaru kepada Saud al-Qahtani, mantan penasihat MBS melalui penghubung seorang hacker.
Menurut koran ini, al-Qahtani dengan menggunakan metode ini memperkuat sarana spionasenya di Turki, Qatar, Perancis dan Inggris. New York Times menulis, sumber riset ini adalah statemen dari mantan hacker sejumlah perusahaan spionase.
Lebih lanjut laporan ini menyebutkan, Uni Emirat Arab (UEA) mendirikan perusahaan spionase Dark Matter dan mempekerjakan mantan agen CIA terus mengawasi kontak dan percakapan telepon di Qatar.
Saud al-Qahtani setelah terkuaknya peran MBS dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan dan kritikus Arab Saudi di Istanbul Turki dicopot dari jabatannya, namun sejumlah sumber menyatakan, meski al-Qahtani dicopot, ia masih tetap aktif dan memberi jasa konsultasi kepada Mohammad bin Salman serta berusaha memberangus aktivis sosial dan media di Arab Saudi.
Israel Bombardir Gaza
Militer rezim Zionis Israel melancarkan serangan udara yang menarget kantor Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, di kota Jalur Gaza, Senin malam, 26 Maret 2019. Menurut saksi mata, kantor Haniyeh yang terletak di distrik al-Rimal barat kota Gaza "benar-benar hancur" oleh serangan tersebut.
Rezim Zionis Israel memperluas serangan udara di Jalur Gaza pada Senin malam, 25 Maret 2019 setelah menarget fasilitas keamanan Hamas di Gaza.
Menurut saksi mata, jet tempur rezim Zionis menghancurkan sebuah bangunan yang dikelola Hamas termasuk sebuah perusahaan asuransi di pusat kota Gaza.
Menurut stasiun radio lokal al-Quds, markas utama keamanan dalam negeri Hamas di lingkungan Remal di barat kota Gaza juga dihancurkan oleh drone rezim Zionis dan pesawat tempur.
Jet tempur Israel juga membombardir sebuah rumah di timur Gaza, namun belum ada laporan mengenai jatuhnya korban dalam serangan ini
Berdasarkan laporan pejabat keamanan di Gaza dan saksi mata, drone dan pesawat tempur Zionis telah melakukan lebih dari 15 serangan udara ke arah pos, fasilitas, kompleks dan bangunan milik Hamas dan kelompok pejuang Palestina lainnya di Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan belum ada laporan mengenai adanya korban terluka dalam serangan udara Israel, namun status darurat telah diumumkan di semua rumah sakit di seluruh Gaza.
Sebelumnya, media internasional mengkonfirmasikan serangan roket pejuang Palestina ke wilayah utara Tel Aviv dan sedikitnya tujuh Zionis terluka dalam serangan tersebut.
Associated Press melaporkan, setelah terdengar bunyi alarm serangan roket, terdengar sebuah ledakan di wilayah HaSharon, utara Tel Aviv dan militer Israel mengumumkan sebuah roket ditembakkan dari Gaza.
Sementara itu, kantor berita Sputnik melaporkan suara alarm terdengar di wilayah utara Tel Aviv dan beberapa menit kemudian sebuah roket menyerang daerah tersebut.
Televisi al-Hadath melaporkan, sistem anti rudal Iron Dome Israel gagal melacak dan menghancurkan sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza. Menurut berbagai laporan, akibat serangan roket ini sedikitnya tujuh warga Zionis di utara Tel Aviv terluka.
Serangan roket ke Tel Aviv dilancarkan ketika selama beberapa hari terakhir jet-jet tempur rezim Zionis beberapa kali menyerang sejumlah titik di Jalur Gaza dan menewaskan serta menciderai sejumlah warga Palestina.
Tel Aviv Dirudal, Netanyahu Langsung Balik dari AS
Menyusul serangan roket pejuang Palestina ke Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan pidatonya di pertemuan AIPAC di Amerika dan kembali ke Palestina pendudukan.
Senin pagi (25/3) media internasional melaporkan serangan roket pejuang Palestina dari Jalur Gaza ke utara Tel Aviv serta korban cidera tujuh warga Zionis.
Berbagai sumber media Israel mengumumkan, Netanyahu yang bertolak ke Washington Ahad malam (24/3) untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan meyampaikan pidato di pertemuan AIPAC, dilaporkan terpaksa mengubah agenda kunjungannya pasca serangan roket ke Tel Aviv.
Menurut laporan media Zionis, Netanyahu meninggalkan Washington menuju Palestina pendudukan setelah melakukan pertemuan dengan Trump.
Pasca serangan roket Palestina ke utara Tel Aviv, militer Israel yang ditempatkan di distrik yang berdekatan dengan Gaza disiagakan penuh.
Serangan rudal pejuang Palestina ke Tel Aviv dilancarkan di saat jet-jet tempur Israel beberapa kali menarget sejumlah titik di Gaza. Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah warga Palestina gugur dan terluka.
Associated Press melaporkan, setelah terdengar bunyi alarm serangan roket, terdengar sebuah ledakan di wilayah HaSharon, utara Tel Aviv dan militer Israel mengumumkan sebuah roket ditembakkan dari Gaza.
Sementara itu, Kantor Berita Sputnik melaporkan suara alarm terdengar di wilayah utara Tel Aviv dan beberapa menit kemudian sebuah roket menyerang daerah tersebut.
Televisi al-Hadath melaporkan, sistem anti rudal Iron Dome Israel gagal melacak dan menghancurkan sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza.
Menurut berbagai laporan, akibat serangan roket ini sedikitnya tujuh warga Zionis di utara Tel Aviv terluka.
Penembakkan roket ke Tel Aviv dilancarkan sebagai balasan atas serangan jet-jet tempur rezim Zionis beberapa kali menyerang sejumlah titik di Jalur Gaza dan menewaskan serta menciderai sejumlah warga Palestina.(PH)