Babak Baru Kejahatan Israel terhadap Bangsa Palestina Jelang Ramadhan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i69863-babak_baru_kejahatan_israel_terhadap_bangsa_palestina_jelang_ramadhan
Menjelang bulan Ramadhan, babak baru kejahatan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina dimulai sejak Jumat sore (3/5). Kejahatan ini menuai respon tegas dari berbagai kubu muqawama Palestina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 06, 2019 14:22 Asia/Jakarta
  • Gaza
    Gaza

Menjelang bulan Ramadhan, babak baru kejahatan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina dimulai sejak Jumat sore (3/5). Kejahatan ini menuai respon tegas dari berbagai kubu muqawama Palestina.

Jet tempur, helikopter dan artileri Israel sejak Jumat malam menarget berbagai wilayah di Tepi Barat. Menurut laporan berbagai media, lebih dari 200 pemukiman warga sipil di Gaza diserang sebanyak 250 kali. Serangan brutal ini mengakibatkan puluhan warga Gaza gugur dan terluka. Di antara para syuhada terdapat perempuan yang tengah hamil dan bayi yang baru berusia 14 bulan.

Serangan Israel ke Gaza

Selain itu, Israel juga menutup seluruh jalur penyeberangan Gaza dan tidak mengijinkan kendaraan memasuki wilayah ini. Meski Menlu Israel Yisrael Katz mengumumkan bahwa rezim ini tidak berencana terlibat dalam perang baru, namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengkonfirmasikan berlanjutnya serangan besar-besaran ini.

 

Sepertinya dualisme sikap petinggi Israel muncul akibat aksi balasan para pejuang Muqawama Palestina, pasalnya kelompok muqawama saat merespon babak baru serangan Israel telah menembakkan lebih dari 430 roket ke arah bumi pendudukan yang menewaskan dan menciderai puluhan Zionis.

 

Balasan tegas muqawama Palestina ini memicu alarm tanda bahaya di bumi Palestina pendudukan dan ketakutan para pemukim Zionis. Brigade Izzuddin Qassam, sayap militer Hamas dalam pesannya "Kami belum memulai", telah melayangkan peringatan kepada Israel. Peringatan ini mengindikasikan bahwa balasan kubu muqawama nantinya sangat keras.

 

Oleh karena itu, Yisrael Katz mengklaim Tel Aviv tidak berencana terlibat dalam perang baru. Klaim ini dirilis di saat Netanyahu sejak Oktober lalu menunggu peluang untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza, karena serangan Oktober 2018 ke Gaza dan respon muqawama Palestina memaksa perdana menteri Israel menerima gencatan senjata dan berujung pada bubarnya kabinet koalisinya.

 

Sejumlah petinggi mantan kabinet Netanyahu termasuk Avigdor Lieberman, mantan menteri peperangan Israel menyebut menerima gencatan senjata sebagai kekalahan besar bagi Israel untuk perang dua hari.

 

Ada dua poin lain terkait babak baru konfrontasi antara kubu muqawama dan rezim Zionis Israel. Poin pertama adalah seiring dengan tibanya bulan suci Ramadhan, perang dan serangan berkelanjutan Israel akan semakin mempersulit kondisi kehidupan warga Gaza. Oleh karena itu, Nicolay Maladenov, koordinator khusus PBB di proses perdamaian Asia barat dalam statemennya mengungkapkan kekhawatirannya atas kian parahnya kondisi di Jalur Gaza.

 

Poin kedua, meski kondisi kemanusiaan di Gaza semakin parah, menlu Amerika Serikat dalam statemennya seraya membela serangan Israel dan melegalkan serangan ini, mengecam Hamas dan Jihad Islam Palestina karena apa yang ia klaim sebagai serangan roket terhadap pemukim Zionis.

 

Tak diragukan lagi, salah satu sebab utama eskalasi serangan Israel ke Gaza sejak Oktober lalu hingga kini adalah dukungan total AS kepada Tel Aviv dan pengabaian kejahatan perang rezim ilegal ini. (MF)