Latihan Militer Bersama Arab Saudi dan AS
-
Latihan militer Arab Saudi dan Amerika Serikat, Commander 2019 di utara Saudi.
Pasukan Arab Saudi dan Amerika Serikat memulai latihan militer bersama pada Ahad lalu di wilayah utara Saudi dan kegiatan ini akan berlangsung selama dua pekan.
Latihan Commander 2019 ini dilakukan di pusat utama latihan di distrik militer King Khaled, utara Arab Saudi. Komandan Wilayah Utara Saudi, Jenderal Saleh bin Ahmed al-Zahrani menyambut para peserta, memuji partisipasi pasukan AS dalam latihan ini, dan berterima kasih kepada para peserta atas upaya mereka dalam mempersiapkan latihan.
Tujuan latihan ini adalah untuk mengembangkan dan memperkuat hubungan Riyadh-Washington dalam kerangka rencana dan program militer Arab Saudi.
Pada Maret 2019, kedua negara juga mengadakan latihan bersama angkatan udara yang disebut Red Flag 2019.
Saudi adalah negara Arab yang paling penting di mana mengadopsi kebijakan yang sejalan dengan kepentingan AS di wilayah Asia Barat. Kemesraan mereka terlihat lewat berbagai kegiatan bersama termasuk latihan militer yang dilakukan berkali-kali dalam satu tahun ini.
Misi lain Latihan Commander 2019 adalah untuk mengasah kesiapan pasukan dalam menghadapi ancaman-ancaman regional.
Namun, perlu dicatat bahwa kebijakan regional Saudi dan dukungan AS kepada sekutunya itu telah menjadi penyebab utama meningkatnya ancaman di Asia Barat. Masalah terorisme adalah salah satu ancaman utama di kawasan ini.
Arab Saudi sangat jarang menghadapi serangan teroris dalam beberapa tahun terakhir, tetapi banyak dokumen menunjukkan bahwa Riyadh mendukung kelompok-kelompok teroris, terutama di Suriah dan Irak.
Ancaman lain di Asia Barat adalah masalah ekstremisme, dan Riyadh merupakan salah satu pendukung utama pemikiran radikal di kawasan ini, terutama karena pengaruh ajaran Wahabi di Kerajaan.
Perang dan konflik juga merupakan ancaman besar bagi Asia Barat dalam beberapa tahun terakhir, di mana Riyadh menjadi aktor utamanya.
Arab Saudi telah menyerang Yaman dalam lima tahun terakhir, membuka konflik dengan Qatar, menyulut ketegangan dengan Republik Islam Iran dan Turki, melakukan intervensi di Bahrain, Libya dan Yordania, serta meningkatkan aksi represif di dalam negeri terutama terhadap komunitas Syiah.
Riyadh menikmati dukungan dari Gedung Putih di semua kasus tersebut, dan kedua pihak sekarang melakukan latihan militer bersama dengan tujuan melawan ancaman regional!
Di sisi lain, latihan militer yang digelar secara rutin ini merupakan indikasi dari ketergantungan Saudi kepada AS di bidang keamanan dan pertahanan. (RM)