Juru Runding Arab Saudi Tidak Serius dalam Perundingan Damai Yaman
-
Hamid Rizq
Tim perunding Yaman di Kuwait mengkonfirmasikan ketidakseriusan Arab Saudi dalam perundingan.
Tasnim News melaporkan, Hamid Rizq, anggota tim perunding Ansarullah Yaman di Kuwait menyatakan, "Pihak Arab Saudi menghindari isu-isu utama dan pengokohan gencatan senjata serta hanya fokus pada isu-isu parsial."
Hamid Rizq juga mengatakan, "Sekarang Ismil Ould Cheikh Ahmed, utusan khusus Sekjen PBB untuk Yaman sedang mengusahakan pengokohan gencatan senjata, namun tampaknya tim perunding Riyadh tidak menyetujui pernyataan tesebut dan berusaha menghindarinya."
Ditambahkannya, ketika dialog langsung antara kedua pihak digelar, Arab Saudi terus melanjutkan agresi dan bombardirnya ke berbagai wilayah Yaman termasuk Taizz dan ini menunjukkan ketidakseriusan mereka dalam perundingan.
Rizq mengatakan, Arab Saudi berusaha memanfaatkan aksi-aksi agresinya sebagai sarana untuk menekan tim perunding Yaman akan tetapi para tim juru runding Yaman mampu mematahkan kartu truf Saudi itu.
Gencatan senjata di Yaman telah diberlakukan sejak 10 April dengan pengawasan PBB, akan tetapi pada hari Ahad (24/4) selama 14 hari melanggar gencatan senjata dengan menyerang sejumlah wilayah Yaman.
Perundingan damai antarkelompok-kelompok Yaman dengan pengawasan Sekjen PBB juga sedang berlangsung di Kuwait sejak 21 April, yang menurut para pengamat, tidak memiliki peluang besar mengakhiri krisis menyusul pelanggaran gencatan senjata oleh Arab Saudi.(MZ)