Pesan Penting Perlawanan "Nasr Minallah" Yaman
-
Pasukan perlawanan Yaman
Operasi terbaru gerakan perlawanan Yaman "Nasr Minallah" terhadap Arab Saudi dalam periode tiga bulan terakhir menyampaikan berbagai pesan penting.
Pertama, perlawanan ini menunjukkan komite rakyat dan tentara Yaman siap menghadapi konflik darat langsung menghadapi koalisi Arab pimpinan Arab Saudi dalam tingkat yang lebih besar. Sebaliknya, larinya beberapa ribu tentara bayaran Saudi dan penawanan setidaknya 2.400 dari mereka mengindikasikan bahwa koalisi Saudi tidak siap untuk bertempur langsung.
Pengamat politik Asia Barat, jafar Ghanatbashi mengatakan, "Komite rakyat dan tentara Yaman memiliki tekad yang kuat untuk mempertahankan tanah airnya sebagai kekuatan nasional. Tapi sebaliknya pihak lawan tidak memiliki kekuatan nasional, tapi bertempur karena dibayar. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki kekuatan bertempur yang memadai, dan tuntutan materi murni tidak bisa menjadi pendorong untuk bertempur."
Kedua, koalisi Saudi lebih memilih menggunakan serangan udara, karena tidak mau mengambil resiko ditawan, apalagi tewas di tangan pihak Yaman. Mohammed Abdul Salam, Juru Bicara Ansarullah Yaman mengungkapkan bahwa para komandan militer Saudi menggunakan perisai manusia mereka ketika kematian mereka mendekat. Abdul Qader al-Mortada, ketua Komite Pengungsi Nasional Yaman menjelaskan bahwa militer Saudi meninggalkan mayat pasukannya dan tidak mengizinkan kendaraan bantuan kemanusiaan Palang Merah mengangkut orang yang terluka dan ke rumah sakit.

Pesan ketiga dari operasi Nasr Minallah menunjukkan bahwa komite rakyat dan tentara Yaman tidak hanya memberikan peringatan lisan tetapi juga melaksanakan peringatan tersebut. Sebelumnya, para pejabat Yaman telah memperingatkan koalisi Saudi bahwa mereka akan mendapatkan balasan tegas dari Yaman jika serangan tetap berlanjut.
Pesan keempat, kelanjutan perang akan menyebabkan kerusakan besar bagi Arab Saudi. Sebab tentara bayaran Saudi tidak memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan juga keyakinan untuk memenangkan perang. Tapi sebaliknya, komite rakyat dan tentara Yaman memiliki tekad serius untuk mempertahankan integritas wilayah serta keyakinan dalam memenangkan perang. Jelas kiranya, kelanjutan perang ini akan akan merugikan kepentingan Saudi dan sekutunya.
Namun rezim Al-Saud tidak dapat mengakhiri perang dalam situasi saat ini karena hal itu berarti kekalahan dirinya menghadapi Yaman. Jadi ia berusaha untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Penyelamat Nasional Yaman sebagai mediator untuk mencegah serangan berlanjut.(PH)