Kematian Al Faghm, Teka-teki Khashoggi Jilid 2
-
Raja Salman dan Al Faghm
Abdul Aziz al-Faghm, pengawal pribadi Raja Salman dikabarkan tewas Sabtu lalu, tetapi ada banyak ketidakpastian penyebab pembunuhannya yang menimbulkan teka-teki hingga kini.
Pola pembunuhan mantan pengawal pribadi Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud ini agak mirip dengan Jamal Khashoggi. Pasalnya, pihak kepolisian rezim Al Saud dalam sebuah pernyataan menyebut Al-Faghm tewas dalam perkelahian di rumah temannya di Jeddah. Kemudian, Raja Salman menyampaikan belasungkawa atas kematian Al-Faghm kepada keluarganya. Pola ini juga diterapkan rezim Al Saud dalam kasus pembunuhan Khashoggi.
Tapi klaim Polisi Saudi mengenai terbunuhnya al-Faghm di rumah temannya di Jedah dibantah oleh Mujtahid dicuitan twitternya. Ia meyakini Abdul Aziz al-Faghm terbunuh di dalam istana kerajaan Saudi.
Kemungkinan kedua kasus Al-Faghm, ia dibunuh karena kedengkian di tubuh anggota Garda Nasional Arab Saudi. Abdul Aziz Al-Faghm selama 30 tahun menjadi pengawal pribadi Raja Saudi. Oleh karena kinerjanya yang baik tahun lalu, ia dipromosikan oleh Raja Salman dan memasuki Lingkaran Pertama istana Saudi. Tampaknya ada pihak yang tidak menyukainya, dan inilah alasan pembunuhan terjadi.
Kemungkinan ketiga adalah pengulangan skenario Khashoggi terhadap Al-Faghm. Pembunuhan Al-Faghm terjadi menjelang malam ulang tahun pertama kejahatan keji terhadap Khashoggi dan hanya beberapa hari setelah Mohammed bin Salman menyatakan bertannggung jawab atas atas kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.
Analis politik dan media meyakini Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan pengawal raja Saudi. Wartawan Saudi Ali al-Ahmed, di akun Twitter-nya menyebut kematian al-Faghm mencurigakan. Ia mengatakan pengawal pribadi raja Salman telah dipecat beberapa hari sebelumnya. Faktanya, Mohammed bin Salman tidak mempercayai Abdulb Aziz al-Faghm, dan krisis ketidakpercayaan telah mendominasi struktur kekuasaan Saudi.
Dalam nada yang sama, Mohammed Al-Masari, oposan Saudi yang tinggal di London lima bulan lalu telah memperingatkan kemungkinan pembunuhan Abdul Aziz al-Faghm di tangan putera mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Al-Masri menulis dalam pesan Twitternya, "Abdulaziz al-Faghm ... Bin Salman akan menyiram Anda dan anggota kelompokmu besok dan menggantinya dengan beberapa orang Kolombia Black Water,".
Tewasnya pelaku pembunuhan sebagaimana diklaim polisi juga mencurigakan. Polisi Saudi mengklaim Al-Faghm tewas dalam perselisihan dengan temannya, tapi yang aneh pelaku pembunuhan juga tewas ditangan polisi yang sulit dipercaya. Perancang pembunuhan ini tampaknya telah berusaha mengambil pelajaran dari kasus Jamal Khashoggi dengan mengakhiri pelaku pembunuh Abdul Aziz supaya kasus ini ditutup dan dilupakan publik dunia.(PH)