Ansarullah: Trump Membahas Perdamaian karena Takut pada Kekuatan Iran
Anggota senior kantor politik Gerakan Ansarullah Yaman mengatakan: Presiden kriminal Amerika terpaksa kembali mundur karena takut terhadap kekuatan militer Iran.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Tasnim, Hizam al-Asad, anggota senior kantor politik Gerakan Ansarullah Yaman, mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebutnya sebagai presiden kriminal dan teroris, terkait ancaman-ancaman kosong serta sikapnya yang berulang kali mundur dalam menghadapi Iran.
Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Hizam al-Asad mengatakan:
"Hal yang memaksa Trump yang kriminal untuk secara retoris mencari perdamaian adalah pemahamannya terhadap kenyataan bahwa di tengah kondisi rapuh militer Amerika setelah hancurnya pangkalan-pangkalan militernya dan menurunnya kemampuan pertahanannya, Iran masih memiliki kemampuan besar untuk menimbulkan kerugian signifikan terhadap rezim Zionis, aset-aset dan kepentingan Amerika, serta sarana dan sumber daya energinya di kawasan."
Ia menambahkan dengan nada sindiran:
"Ketika biaya konfrontasi meningkat, bahasa ancaman berubah menjadi bahasa perdamaian."