Kabinet Irak akan Dirombak, Setengahnya Diganti
-
Juru bicara pemerintah Irak, Saad Al-Hadithi
Juru bicara pemerintah Irak, Saad Al-Hadithi mengatakan perdana menteri akan segera memberi penjelasan kepada parlemen negaranya tentang perombakan kabinetnya yang diperkirakan akan mencakup sekitar setengah dari anggota kabinet.
Saad Al-Hadithi Senin malam (25/11) mengatakan, pemerintah sedang bekerja untuk mengimplementasikan keputusan yang diambil mengenai reformasi sistem politik dan ekonomi, sehingga diharapkan bisa memberikan masa depan untuk penyelesaian masalah ekonomi yang melilit negara Arab ini.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah Irak mengeluarkan 200 aturan tentang larangan bepergian dan memanggil para pejabat negara.
Al-Hadithi menjelaskan pemerintah Irak telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari para pengunjuk rasa untuk mendapatkan informasi tentang tuntutan mereka.
Sejumlah kota Irak dilanda aksi unjuk rasa selama beberapa pekan terakhir sebagai bentuk protes rakyat terhadap situasi layanan publik yang tidak memadai, kurangnya kesempatan kerja dan merebaknya korupsi. Tetapi protes ini terus dinodai oleh aksi kekerasan yang diprovokasi beberapa negara Barat yang menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.
Pada saat yang sama, AS melancarkan intervensi dalam urusan internal Irak dengan, dengan menyerukan adopsi reformasi pemilu dan penyelenggaraan pemilu dini yang disambut kritikan tajam dari tokoh dan pejabat Irak.(PH)