Ansarulah: Jika Serangan Saudi Berlanjut, Yaman Berhak Membalas
Anggota delegasi Gerakan Rakyat Yaman, Ansarulah dalam perundingan di Kuwait mengatakan, Yaman mempunyai hak untuk membalas jika Arab Saudi melanjutkan serangan dan pelanggarannya terhadap perjanjian gencatan senjata.
"Pelanggaran gencatan senjata akan berdampak negatif terhadap proses perundingan damai di Kuwait. Jika serangan Arab Saudi belanjut, maka militer dan pasukan relawan Yaman memiliki hak untuk membalasnya" kata Hamza al-Houthi dalam wawancara dengan jaringan televisi al-Masirah baru-baru ini.
Ia menambahkan, delegasi nasional Yaman dalam negosiasi Kuwait telah memberitahukan kepada PBB bahwa jika serangan dan pelanggaran gencatan senjata berlanjut, maka hak untuk mengambil sikap yang tepat bagi delegasi Yaman tetap terjaga.
Perundingan Yaman di Kuwait dilanjutkan pada Sabtu. Ansarullah dalam negosiasi ini menegaskan gencatan senjata dan pencabutan penuh terhadap blokade Yaman
Sejak bulan Maret 2015, Arab Saudi dan sekutunya yang didukung oleh Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Yaman. Invasi militer ini telah merenggut nyawa ribuan warga Yaman dan melukai belasan ribu lainnya. (RA)