Tantangan PM Baru Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i78232-tantangan_pm_baru_irak
Presiden Irak Barham Salih menunjuk Mohammed Tawfiq Allawi sebagai perdana menteri baru pada Sabtu, 1 Februari 2020 menggantikan Adil Abdul Mahdi yang mengundurkan diri.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 03, 2020 08:29 Asia/Jakarta

Presiden Irak Barham Salih menunjuk Mohammed Tawfiq Allawi sebagai perdana menteri baru pada Sabtu, 1 Februari 2020 menggantikan Adil Abdul Mahdi yang mengundurkan diri.

Pengunduran diri Adil Abdul Mahdi dipicu gelombang protes anti-pemerintah yang meletus sejak 1 Oktober 2019. Tuntutan ekonomi, sosial dan politik mengarah pada aksi protes anti-pemerintah oleh sebagian rakyat Irak yang ditunggangi intervensi asing dan antek-anteknya di dalam negeri.

Mohammed Tawfik Allawi ditunjuk oleh Presiden sebagai perdana menteri baru Irak  dari sekian nama yang muncul, termasuk deretan nama yang diusung para pemrotes.

Meskipun tidak ada suara tunggal yang terdengar dari berbagai faksi politik Irak mengenai dukungan terhadap Mohammed Tawfiq Allawi sebagai perdana menteri Irak, tapi penunjukannya oleh Barham Salih setidaknya bisa meredam gejolak politik yang terus mengguncang negara Arab ini, terutama mengisi kekosongan kekuasaan.

Analis Irak, Sayed Reza Gharabi mengatakan, "Dengan terpilihnya perdana menteri berdasarkan kesepakatan yang menelan proses panjang dan rumit mungkin tidak bisa terlalu optimis mengenai pembentukan pemerintahan yang kuat. Tetapi setidaknya memperkenalkan kabinet baru dan dimulainya pemerintahan baru bisa menjadi langkah penting untuk mewujudkan ketentraman. Langkah ini akan membuka ruang dan gerakan baru ke depan,".

Tampaknya, perdana menteri baru Irak akan menghadapi tantangan besar di masa jabatannya yang bersifat sementara. Pembentukan kabinet baru adalah salah satu tantangan langsung yang dihadapinya. Meskipun Allawi telah mengumumkan bahwa ia akan membentuk kabinet baru dari faksi-faksi politik, tapi postur struktur kekuasaan Irak akan menimbulkan kesulitan besar dalam mewujudkan tujuan tersebut dan sangat sulit mengabaikan kuota politik di dalamnya.

Tantangan jangka pendek penting lainnya yang dihadapi Mohammed Tawfiq Allawi adalah berlanjutnya protes dan instabilitas di Irak. Sejumlah pengunjuk rasa di berbagai kota Irak telah menyuarakan penentangan terhadap perdana menteri baru, sebab Allawi bukan sosok perdana menteri yang mereka harapkan. Salah satu alasaanya, karena Allawi tidak berada di Irak selama beberapa waktu dan baru belakangan masuk panggung politik Irak dalam waktu yang relatif singkat.

 

Protes massa di Irak

Menyikapi ketidakpuasan dari pihak pengunjuk rasa, Mohammed Tawfiq Allawi dalam pidato sambutan pertamanya setelah diumumkan sebagai perdana menteri baru Irak menyatakan akan memenuhi tuntutan rakyat sebagai prioritas utamanya.

Allawi akan bertindak sebagai perdana menteri sementara Irak dan akan menggelar pemilu legislatif dan pembentukan kabinet baru Irak dalam waktu sekitar satu tahun. Janji ini disampaikan di tengah situasi politik dan keamanan Irak yang belum stabil. Oleh karena itu, tantangan besar yang dihadapinya adalah menyiapkan pemilu dini dengan sebaik-baiknya.

Masalah utama lain dari tantangan yang dihadapi Allawi adalah intervensi asing, terutama campur tangan pemerintah AS dalam urusan internal Irak.(PH)