Perundingan Damai Yaman Dimulai
-
perundingan damai di Kuwait City
PBB menyatakan bahwa perundingan damai antara pihak yang bertikai di Yaman dilanjutkan di Kuwait pada Rabu (4/5), tiga hari setelah delegasi dari mantan presiden Yaman yang mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, menolak berunding.
"Peserta akan bertemu ... Rabu dalam sesi pleno untuk menindaklanjuti agenda yang disepakati," kata Utusan khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed.
Pembicaraan terhenti pada Ahad setelah perwakilan yang didukung Saudi menangguhkan partisipasi mereka sebagai protes terhadap kontrol Ansarullah terhadap sebuah pangkalan militer di barat laut provinsi Amran.
Ahmed mengatakan komite pemantauan gencatan senjata negara itu akan menyampaikan laporan dalam 72 jam tentang pertempuran terbaru di negara itu dan memberikan rekomendasi kepada kedua belah pihak.
Perundingan damai dimulai pada 21 April di Kuwait City, dan kedua belah pihak mengadakan pertemuan langsung untuk menemukan solusi politik untuk mengakhiri bentrokan di negara Arab miskin itu dan mewujudkan perdamaian.
Yaman menjadi target serangan hampir setiap hari oleh militer Arab Saudi sejak akhir Maret 2015. Sumber-sumber Yaman menyebutkan bahwa jumlah korban akibat agresi berdarah Saudi telah melampaui lebih dari 9.500 nyawa.
Pemimpin Houthi Abdel Malek al-Houthi, Selasa menuduh oposisi yang didukung Saudi menghalangi upaya perdamaian dan tidak mematuhi gencatan senjata.
Dikatakannya baha solusi politik untuk konflik Yaman sudah hampir tercapai, namun sikap keras kepala negara agresor telah menghalangi tercapainya tujuan tersebut.(MZ)