Saudi, Batu Sandungan Perdamaian Yaman
Meskipun babak baru perundingan damai Yaman di Kuwait telah dimulai, tapi jet-jet tempur Arab Saudi masih melanjutkan agresi militer ke berbagai wilayah di Yaman.
Televisi Yaman, Al-Masirah melaporkan, sehari setelah dimulainya babak baru perundingan damai antarfaksi di Yaman, jet tempur koalisi Arab pimpinan Saudi hari Kamis (5/5) membombardir sejumlah daerah di Yaman, termasuk provinsi Ma'rib yang menyebabkan sejumlah warga sipil tewas dan cidera. Selain itu, menimbulkan kerusakan terhadap tempat tinggal dan infrastruktur negara Arab tetangga Saudi tersebut.
Serangan udara terbaru rezim Al Saud di Yaman hari Kamis terjadi ketika perundingan damai Kuwait yang berada dalam pengawasan PBB telah dimulai sehari sebelumnya.
Utusan khusus Sekjen PBB urusan Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed dalam statemennya yang disampaikan hari Kamis mengkhawatirkan pelanggaran gencatan senjata, dan menegaskan berlanjutnya proses politik melalui meja perundingan.
Sementara itu, Juru bicara Ansarullah, Muhammad Abdul Salam setelah digelarnya pertemuan pertama perudingan damai di Kuwait menyinggung pelanggaran berulangkali yang dilakukan koalisi Arab pimpinan Saudi. Delegasi Riyadh dengan dalih infaktualnya memperlambat laju perundingan damai.
Menurut Jubir Asarullah, pelanggaran berulangkali faksi dukungan Riyadh menunjukkan ketidakseriusan mereka mewujudkan perdamaian, dan mereka sekedar memanfaatkan perundingan untuk menghentikan perlawanan militer yang telah disepakati bersama.
Perundingan damai Yaman di Kuwait telah dimulai sejak 21 April lalu di bawah pengawasan PBB. Tapi hingga kini belum membuahkan hasil signifikan karena Riyadh terus menghalangi tercapainya kesepakatan bersama menuju terwujudnya perdamaian.
Meskipun perundingan damai Yaman di Kuwait telah memasuki babak kedua, tapi media massa melaporkan masuknya jet tempur asing di wilayah selatan Yaman. Dilaporkan pesawat militer ini mengangkut lebih dari seratus tentara asing yang ditampatkan di pangkalan Al-Anad, Yaman selatan.
Pada saat yang sama, teroris Al-Qaeda menjalin kesepakatan dengan antek-antek Riyadh loyalis Abd Rabbuh Mansur Hadi untuk mundur dari kota Zinjibar dan Ja'ar di provinsi Abyan.
Serangan terbaru koalisi Arab pimpinan Saudi di Yaman bertujuan memperkuat kehadiran kelompok teroris semacam Al-Qaeda dan ISIS di negara Arab itu.
Sejak 26 Maret 2005 lalu, Arab Saudi yang didukung sejumlah negara Arab dan Barat, terutama AS melancarkan agresi militer terhadap Yaman demi mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi menduduki jabatan presiden, meski tidak dikehendaki oleh rakyatnya sendiri.
Agresi militer rezim Al Saud tersebut hingga kini telah menewaskan dan menciderai ribuan warga Yaman, termasuk perempuan dan anak-anak. Selain itu, menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi, dan memporak-porandakan infrastruktur Yaman, termasuk pusat layanan kesehatan dan pendidikan.(PH)