Yaman Peringatkan Kelanjutan Serangan Pasukan Agresor
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i8245-yaman_peringatkan_kelanjutan_serangan_pasukan_agresor
Anggota Dewan Politik Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah memperingatkan kelanjutan serangan udara koalisi agresor pimpinan Arab Saudi ke Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 06, 2016 14:18 Asia/Jakarta
  • Yaman Peringatkan Kelanjutan Serangan Pasukan Agresor

Anggota Dewan Politik Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah memperingatkan kelanjutan serangan udara koalisi agresor pimpinan Arab Saudi ke Yaman.

Hamzah al-Houthi mengatakan, serangan udara koalisi agresor ke Yaman berlanjut setelah beberapa hari berhenti, di mana tidakan ini berbahaya. Demikian dilansir Tasnim, Jumat (6/5/2016).

"Ansarullah telah menyampaikan protes terhadap kelanjutan serangan pasukan agresor kepada masyarakat internasional termasuk PBB. Tujuan serangan ini adalah untuk menghentikan konsultasi penyelesaikan krisis Yaman," imbuhnya.

Ia juga menegaskan pentinnya komitmen kedua belah pihak dengan gencatan senjata dan penghentian segala bentuk serangan udara, darat, dan laut ke Yaman.

"Kelanjutan serangan koalisi telah melanggar gencatan senjata, di mana tindakan ini memiliki konsekuensi tidak baik," ujarnya.

Sehari setelah dimulainya babak baru perundingan damai di antara kelompok-kelompok Yaman di Kuwait, jet-jet tempur pasukan agresor membombardir beberapa wilayah Yaman termasuk di Provinsi Marib pada hari Kamis.

Serangan tersebut merenggut nyawa dan melukai beberapa warga sipil dan menimbulkan kerusakan serius terhadap rumah-rumah penduduk dan infrastruktur di Provinsi Marib.

Perundingan damai Yaman telah dilanjutkan di Kuwait pada Rabu dengan pengawasan PBB.

Invasi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman yang didukung oleh Amerika Serikat di mulai sejak Maret 2015. Serangan militer ini hingga sekarang telah merenggut nyawa ribuan orang dan melukai belasan ribu lainnya.

Serangan militer tersebut juga telah memporak-porandakan infrastruktur penting Yaman dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah.(RA)